Pencarian

7 Tempat Baca dan Toko Buku Paling Asyik di Kalimantan Selatan untuk Warga Lokal dan Perantau

Senin, 13 Juli 2026 • 22:55:01 WIB
7 Tempat Baca dan Toko Buku Paling Asyik di Kalimantan Selatan untuk Warga Lokal dan Perantau
Warga membaca di Taman Baca Masyarakat Lanting, rumah rakit khas sungai di Banjarmasin Utara yang menyediakan koleksi buku anak dan pengetahuan umum.

Banjarmasin dan sekitarnya bukan cuma kota seribu sungai. Di sela-sela hiruk pikuk pasar terapung dan lalu lalang kelotok, ada komunitas dan ruang baca yang tumbuh perlahan. Bagi perantau yang baru pindah tugas ke Kalimantan Selatan, atau warga lokal yang bosan dengan kafe, tempat-tempat ini jadi oase. Tidak semua punya Wi-Fi kencang, tapi semuanya punya cerita.

Artikel ini bukan daftar klise. Ini hasil ngobrol dengan beberapa pustakawan dan pemilik toko buku di Banjarmasin, Banjarbaru, hingga Martapura. Beberapa tempat sudah berdiri puluhan tahun, lainnya baru buka dalam lima tahun terakhir. Semua layak masuk daftar kunjunganmu.

1. Perpustakaan Daerah Kalimantan Selatan di Banjarbaru

Letaknya di Jalan A. Yani, Km. 36, tepat di komplek perkantoran pemerintah provinsi. Gedung ini tidak semegah perpustakaan di Jakarta atau Surabaya, tapi koleksi buku-buku tentang Borneo dan sejarah Kesultanan Banjar cukup lengkap. Banyak mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat dan politeknik setempat yang jadi langganan.

Yang menarik, ada sudut khusus untuk manuskrip kuno. Beberapa di antaranya sudah dialihmediakan ke bentuk digital. Sayangnya, jam operasional bisa berubah-ubah saat libur nasional. Sebaiknya telepon dulu atau cek akun Instagram resmi mereka sebelum datang.

2. Taman Baca Masyarakat (TBM) Lanting di Banjarmasin

Berlokasi di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, tempat ini unik karena dibangun di atas lanting—rumah rakit khas sungai. Pengelola adalah ibu-ibu rumah tangga yang peduli literasi anak-anak sungai. Koleksinya didominasi buku cerita anak dan pengetahuan umum.

Suasana sore hari di sini tenang. Kamu bisa duduk di teras lanting sambil membaca, sesekali melihat kapal kecil lewat. Tidak ada kafe atau kopi mahal. Tapi untuk sekadar merasakan bagaimana literasi berakar di perkampungan sungai, TBM Lanting adalah contoh nyata.

3. Toko Buku Al-Furqan di Martapura

Martapura terkenal dengan pasar intannya, tapi di Jalan Ahmad Yani (depan Masjid Agung Al-Munawwarah) ada toko buku yang sudah beroperasi sejak 1990-an. Spesialisasi mereka adalah buku-buku keislaman dan kitab kuning. Banyak santri dari pondok pesantren di Kabupaten Banjar dan sekitarnya yang belanja di sini.

Yang membedakan dengan toko buku modern, staf di sini paham benar isi buku yang mereka jual. Jika kamu mencari tafsir, fiqih, atau buku sejarah Islam Nusantara, mereka bisa memberi rekomendasi spesifik. Harga bervariasi, dan kadang ada diskon untuk pembelian grosir.

4. Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banjarmasin

Ini bukan tempat tetap, tapi jadwalnya rutin. Mobil perpustakaan keliling ini sering mangkal di Taman Siring 0 Kilometer dan area Pasar Terapung Muara Kuin pada akhir pekan. Koleksinya terbatas, tapi cukup untuk anak-anak dan remaja.

Bagi perantau yang baru pindah dan belum tahu tempat baca, ini cara mudah untuk mengenal komunitas literasi lokal. Biasanya ada petugas yang ramah dan bisa diajak diskusi soal program baca di kota.

5. Sudut Baca di Kampus ULM Banjarbaru

Kampus Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru memiliki perpustakaan pusat yang cukup representatif. Tapi yang lebih menarik adalah sudut baca di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Di sini, mahasiswa dan dosen sering meninggalkan buku-buku bekas yang bisa dipinjam siapa saja secara mandiri.

Konsepnya semacam little free library. Tidak perlu kartu anggota. Ambil buku, baca di tempat, atau bawa pulang asal dikembalikan dalam beberapa hari. Tempat ini tidak ramai, cocok untuk kamu yang ingin membaca tanpa gangguan.

6. Pojok Baca Digital di Kantor Bahasa Kalimantan Selatan

Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, kantor ini tidak hanya menangani urusan bahasa daerah. Mereka memiliki pojok baca digital dengan akses ke e-book dan jurnal. Koleksinya banyak membahas bahasa Banjar, sastra lisan, dan folklor Kalimantan.

Bagi peneliti atau mahasiswa yang butuh referensi tentang kebudayaan Banjar, tempat ini lebih lengkap daripada perpustakaan umum. Stafnya juga ramah dan sering memberi arahan tentang sumber-sumber primer yang jarang diketahui publik.

7. Komunitas Baca di Taman Siring Banjarmasin

Setiap Minggu pagi, sekelompok pemuda di Banjarmasin menggelar lapak baca gratis di area Taman Siring 0 Kilometer. Mereka membawa kardus berisi buku bekas sumbangan warga. Tidak ada sistem peminjaman formal. Siapa pun boleh duduk dan membaca.

Komunitas ini tidak punya nama resmi, tapi sudah berjalan sejak 2019. Anggotanya bergantian. Jika kamu perantau yang kesepian, datanglah ke sini. Biasanya selesai membaca, mereka ngopi bareng di warung sekitar. Ini cara paling organik untuk merasakan denyut literasi di Banjarmasin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada toko buku bekas langganan kolektor di Banjarmasin?
Ada beberapa lapak di Pasar Sudimampir dan kawasan Jalan Veteran. Tapi koleksinya tidak tetap. Datang pagi hari antara pukul 07.00-09.00 WITA biasanya dapat barang bagus.

Bagaimana cara ke Perpustakaan Daerah Kalsel dari Banjarmasin?
Naik angkot jurusan Banjarmasin-Banjarbaru, turun di depan Kantor Gubernur. Dari sana jalan kaki sekitar 200 meter. Alternatif lain naik taksi online dengan tarif sekitar Rp50-70 ribuan tergantung titik jemput.

Apakah perpustakaan di Kalimantan Selatan buka di hari Minggu?
Sebagian besar perpustakaan pemerintah tutup di akhir pekan. Pengecualian adalah perpustakaan keliling dan komunitas baca di taman yang justru aktif di hari Minggu.

Di mana tempat baca yang cocok untuk anak-anak di Banjarmasin?
TBM Lanting di Sungai Jingah adalah pilihan terbaik. Suasananya aman, dekat dengan pemukiman, dan koleksi bukunya ramah anak.

Apakah ada perpustakaan yang buka 24 jam di Kalimantan Selatan?
Sampai saat ini belum ada perpustakaan umum yang buka 24 jam di Kalsel. Beberapa kafe di Banjarbaru ada yang menyediakan rak buku kecil, tapi bukan perpustakaan resmi.

Literasi di Kalimantan Selatan tidak bisa diukur dari megahnya gedung. Lebih pada bagaimana warga dan perantau saling berbagi buku di sudut-sudut kota. Jika kamu kebetulan lewat Banjarmasin atau Banjarbaru, sempatkan mampir. Bawa buku bekasmu, tinggalkan di salah satu tempat di atas. Siapa tahu jadi awal dari kebiasaan baca yang baru.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks