KALIMANTAN SELATAN — Vice President SGMW, Han Dehong, mengatakan modifikasi pabrik di Indonesia menjadi sistem I2MS akan dilakukan step by step. "Step by step, kita akan modifikasi pabrik di Jakarta (Indonesia) menjadi I2MS," ujarnya saat ditemui awak media di Liuzhou, China, Rabu (1/7/2026). Penerapan AI dan sistem manufaktur berbasis island bakal dimulai dari area body shop, khususnya proses pengelasan.
Bukan Lagi Jalur Perakitan Panjang, Tapi Pulau Kerja Otonom
Berbeda dengan pabrik konvensional yang mengandalkan assembly line—mobil bergerak di atas rel panjang dari satu stasiun ke stasiun lain—sistem I2MS justru membagi pabrik menjadi 78 intelligent islands. Setiap pulau punya tugas spesifik dan bisa bekerja fleksibel tanpa harus menunggu urutan kaku.
Tim redaksi detikOto yang diundang ke Liuzhou melihat langsung bagaimana lini produksi nyaris sepi dari lalu-lalang manusia. Sebaliknya, 637 robot operasional sibuk bekerja: troli otonom mengangkut sasis, lengan robot memasang aki dan ban. Semua perpindahan komponen diatur otomatis oleh AI buatan SGMW bernama Excellence Operation AI (EOAI) agar tidak terjadi tabrakan atau antrean.
Satu Pabrik Bisa Produksi 24 Model Berbeda Sekaligus
Salah satu keunggulan yang paling mengesankan dari sistem ini adalah fleksibilitas produksi. Pabrik seluas 3 juta meter persegi itu bisa merakit 24 model kendaraan berbeda secara bercampur dalam waktu bersamaan, tanpa perlu berhenti dan bongkar pasang lini setiap kali berganti model. Proyek yang dimulai sejak 2012 dengan investasi awal sekitar RMB 1,1 miliar ini mencakup empat workshop cerdas, dua gudang cerdas, serta fasilitas riset seperti crash test center dan laboratorium NVH.
Langkah Awal: AI dan Welding Island di Cikarang
Han Dehong menjelaskan pengembangan berikutnya di Indonesia akan fokus pada komputasi AI dan sistem manufaktur island. "Di body shop, sebelumnya kami menggunakan satu island untuk proses welding. Ke depan, dengan lebih banyak island, kami bisa menggabungkan beberapa island menjadi satu sistem yang lebih fleksibel untuk menangani berbagai proses produksi," jelasnya. Ini menjadi sinyal bahwa Wuling serius membenamkan teknologi pabrik pintar ke pasar lokal, meski belum ada timeline pasti kapan sistem I2MS beroperasi penuh di Cikarang.