KALIMANTAN SELATAN — Dalam waktu kurang dari enam bulan, BULOG hampir menyentuh target setahun penuh. Serapan sebesar 3 juta ton setara beras itu membuat stok beras yang dikelola perusahaan pelat merah ini melampaui 5 juta ton—level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Angka ini bukan sekadar statistik. Bagi petani, ini artinya harga gabah di tingkat petani terlindungi. Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, memberikan kepastian pasar di tengah musim panen raya.
Kontribusi Kalimantan Selatan dan Sinergi Nasional
Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) turut menyumbang 8.168 ton setara beras ke dalam capaian nasional tersebut. Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil Kalsel, Muh. Akbar Said, menyebut angka ini wujud komitmen perusahaan hadir di tengah petani.
“Realisasi serapan sebesar 8.168 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Kalsel menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujar Muh. Akbar Said.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, serta seluruh insan BULOG yang bekerja maksimal selama musim panen.
Stok Beras Jadi Modal Program Strategis
Stok CBP yang melimpah menjadi modal penting bagi pemerintah menjalankan program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan masyarakat, hingga mitigasi bencana dan gejolak pasar. Dengan cadangan di atas 5 juta ton, risiko lonjakan harga beras di pasaran bisa diredam lebih cepat.
BULOG optimistis target 4 juta ton setara beras pada 2026 bisa tercapai bahkan sebelum akhir tahun. Musim panen masih berlangsung di sejumlah sentra produksi padi nasional, memberi ruang tambahan serapan.
“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Muh. Akbar Said.