BANJARBARU — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel Galuh Tantri Narindra menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama keberhasilan reforma agraria di daerah. Ia menyebut program ini bukan sekadar soal sertifikat tanah, tetapi fondasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas pertanian.
"Reforma agraria tidak hanya memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani," kata Galuh dalam sambutannya di Banjarbaru.
Redistribusi Lahan dan Pendampingan BPN
Salah satu program utama yang dijalankan adalah redistribusi tanah kepada petani yang belum memiliki lahan. Setelah mendapatkan hak atas tanah, para penerima manfaat akan didampingi BPN agar lahannya bisa dikelola secara produktif. Tujuannya, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat ekonomi keluarga.
Menurut Galuh, redistribusi tanah merupakan langkah awal dalam pemberdayaan masyarakat. Tanpa pendampingan, kepemilikan tanah saja belum cukup untuk mendongkrak kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Bank Tanah Mulai Tunjukkan Hasil di HSS
Selain redistribusi, program Bank Tanah mulai menunjukkan hasil positif di sejumlah daerah. Galuh mengapresiasi Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang sudah menjalankan program ini. Ia berharap kabupaten dan kota lain di Kalsel ikut mendorong Bank Tanah agar akses terhadap lahan produktif semakin luas.
"Mudah-mudahan kabupaten dan kota lainnya juga dapat mendukung pelaksanaan Program Bank Tanah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani," ujarnya.
Kalsel Masuk Daerah Terbaik Nasional
Galuh mengungkapkan bahwa pelaksanaan reforma agraria di Kalsel mendapat apresiasi di tingkat nasional. Keberhasilan ini, kata dia, merupakan hasil kolaborasi antara pemda, BPN, Polri, Kejaksaan, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi itu dinilai mampu menjaga implementasi program berjalan berkelanjutan.
"Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia dalam pelaksanaan reforma agraria berkat dukungan seluruh pemangku kepentingan. Semoga kolaborasi ini terus berjalan sehingga tujuan utama reforma agraria untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud," tutup Galuh.