TABALONG — Angka prevalensi stunting di Kabupaten Tabalong pada 2024 tercatat naik menjadi 23,1 persen. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 21 persen. Pemerintah daerah setempat tengah mengevaluasi program intervensi gizi spesifik dan sensitif di 12 kecamatan.
Pemadaman Listrik Tewaskan 5.000 Ayam Petelur di HST
BARABAI — Sebanyak 5.000 ekor ayam petelur di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah (HST), mati mendadak akibat pemadaman listrik bergilir. Peternak mengaku kaget karena kematian terjadi dalam waktu singkat saat suhu kandang tidak terkontrol tanpa ventilasi listrik.
Kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dinas Peternakan setempat masih mendata jumlah pasti peternak yang terdampak.
Harga Ayam dan Telur Diprediksi Naik Jelang Maulid di Tapin
RANTAU — Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Tapin memproyeksikan harga ayam potong dan telur ayam ras akan merangkak naik menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lonjakan permintaan diprediksi terjadi sepekan sebelum hari H.
Saat ini harga ayam potong di pasar tradisional masih bertahan di Rp 35.000 per kilogram, sementara telur ayam di angka Rp 28.000 per kilogram. Disdag mengimbau pedagang tidak menimbun stok untuk menjaga stabilitas harga.
Guru di Tabalong Dibekali Ilmu Robotika Lewat Program SIGMA
TANJUNG — Program Robotika SIGMA (Sains, Inovasi, Generasi, Mandiri, dan Aplikatif) memberikan wawasan baru bagi puluhan guru di Tabalong. Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam mengajarkan teknologi dasar robotika kepada siswa.
Kepala Dinas Pendidikan setempat menyebut program ini sebagai langkah awal mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi sejak usia sekolah dasar. Para guru akan mendapat pendampingan selama tiga bulan ke depan.
Kementan Prioritaskan Barito Kuala untuk Program PM-AAS
MARABAHAN — Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan Kabupaten Barito Kuala sebagai salah satu prioritas pengembangan program Pompanisasi dan Atsiri (PM-AAS) untuk musim tanam 2025. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pertanian tadah hujan di wilayah tersebut.
Pemkab Barito Kuala menyambut baik keputusan ini. Sebanyak 500 hektare lahan siap dioptimalkan dengan sistem pompa irigasi dan pengembangan tanaman atsiri seperti nilam dan sereh wangi.