KOTABARU — Ancaman aksi unjuk rasa dari kalangan nelayan di Kabupaten Kotabaru menggantung. Mereka siap turun ke jalan jika pemerintah daerah dan pihak terkait tak kunjung menyelesaikan persoalan kelangkaan solar bersubsidi yang sudah berlarut-larut.
Pasokan Macet, Nelayan Teriak
Kelangkaan solar bersubsidi di Kotabaru bukanlah persoalan baru. Para nelayan mengaku sudah berbulan-bulan kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut. Akibatnya, aktivitas mencari ikan sering terhambat dan pendapatan mereka merosot tajam.
“Kami sudah sangat jenuh. Setiap hari harus antre panjang, belum tentu dapat. Kalau pun dapat, jumlahnya dibatasi. Ini sangat memberatkan,” ujar seorang perwakilan nelayan setempat.
Ancaman Aksi Turun ke Jalan
Kekesalan yang memuncak membuat para nelayan mengambil sikap tegas. Mereka berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dalam waktu dekat jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Aksi ini direncanakan akan menyasar Kantor Bupati Kotabaru dan kantor Pertamina setempat.
“Kami tidak punya pilihan lain. Sudah berkali-kali menyampaikan keluhan, tapi tidak ada perubahan. Sekarang kami siap turun ke jalan,” tegasnya.
Apa yang Dituntut Nelayan?
Para nelayan menuntut kepastian pasokan solar bersubsidi di Kotabaru. Mereka meminta pemerintah daerah dan Pertamina untuk menambah kuota dan memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat pengecer. Tak hanya itu, mereka juga mendesak pengawasan ketat agar solar bersubsidi tidak bocor ke pihak yang tidak berhak.
Bagaimana Respons Pemkab Kotabaru?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru terkait ancaman aksi unjuk rasa tersebut. Para nelayan berharap pemerintah segera bergerak sebelum aksi turun ke jalan benar-benar terjadi.
Mereka mengingatkan, jika kelangkaan terus berlanjut, bukan hanya pendapatan nelayan yang terancam, tapi juga pasokan ikan untuk masyarakat Kotabaru dan sekitarnya.