Pencarian

Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS pada Selasa Pagi, JISDOR Tunjukkan Tren Berbeda

Selasa, 04 Agustus 2026 • 14:25:01 WIB
Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.029 per Dolar AS pada Selasa Pagi, JISDOR Tunjukkan Tren Berbeda
Rupiah melemah 32 poin ke level Rp18.029 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi.

JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menunjukkan volatilitas tinggi di tengah fluktuasi pasar keuangan global. Pada Selasa pagi, mata uang Garuda turun 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Level Rp18.029 per dolar AS tersebut tercatat melemah dari posisi penutupan Senin sore yang sempat menyentuh Rp17.997. Namun, data menunjukkan pergerakan yang tidak konsisten sepanjang hari sebelumnya.

Fluktuasi Dua Arab dalam Sehari

Data yang dihimpun ANTARA menunjukkan pergerakan rupiah yang dinamis pada perdagangan Senin. Pada pembukaan pagi, rupiah justru bertengger di level Rp18.031 per dolar AS, melemah dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya di posisi Rp18.022.

Namun, tekanan tersebut mereda menjelang sore hari. Rupiah berhasil membalikkan arah dan ditutup menguat 25 poin atau 0,14 persen ke level Rp17.997 per dolar AS.

Kurs JISDOR BI Bergerak Menguat

Sebagai pembanding, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan tren penguatan pada hari yang sama. JISDOR tercatat berada di level Rp17.991 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya yang sempat mencapai Rp18.058 per dolar AS.

Perbedaan arah antara kurs transaksi antar bank dan kurs acuan BI ini mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran valuta asing di pasar domestik yang masih mencari keseimbangan.

Apa Artinya bagi Pasar dan Impor?

Pelemahan rupiah di bawah level psikologis Rp18.000 ini menjadi perhatian pelaku usaha, terutama importir yang bergantung pada bahan baku impor. Fluktuasi nilai tukar yang tajam dalam waktu singkat kerap menyulitkan perencanaan keuangan perusahaan.

Di sisi lain, posisi cadangan devisa dan intervensi Bank Indonesia menjadi faktor kunci yang dinanti pasar untuk menjaga stabilitas. Para pelaku pasar umumnya menanti data inflasi dan sinyal kebijakan suku bunga acuan global sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks