Pencarian

Laba PT Bangun Banua Kalsel Naik 100 Persen Tembus Rp 8,1 Miliar

Rabu, 06 Mei 2026 • 17:28:08 WIB
Laba PT Bangun Banua Kalsel Naik 100 Persen Tembus Rp 8,1 Miliar
PT Bangun Banua Kalsel catat laba Rp 8,1 miliar, naik 100 persen pada 2024.

BANJARMASIN — PT Bangun Banua Kalimantan Selatan melaporkan pertumbuhan performa keuangan yang melonjak tajam sepanjang tahun buku 2024. Perusahaan plat merah milik pemerintah provinsi ini berhasil melipatgandakan keuntungan bersih hingga melampaui angka 100 persen untuk memperkuat pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dirut PT Bangun Banua Kalsel H Afrizaldi mengungkapkan, raihan laba tahun 2024 tercatat sebesar Rp 8,1 miliar. Angka ini naik drastis dari capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 4 miliar. Tren positif tersebut diperkirakan terus berlanjut pada tahun berjalan.

“Kalau kita menghitung dari peningkatan itu 100 persen lebih,” ujar Afrizaldi saat memaparkan kemajuan perusahaan di hadapan wakil rakyat di Rumah Banjar, Banjarmasin, Rabu (6/5/26).

Berapa Target Laba PT Bangun Banua Kalsel Selanjutnya?

Manajemen optimistis kinerja keuangan perusahaan akan tetap stabil dan cenderung meningkat. Afrizaldi memproyeksikan laba pada tahun ini mampu melampaui angka Rp 8,5 miliar seiring dengan dijalankannya sejumlah strategi bisnis baru di berbagai sektor potensial.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembentukan anak perusahaan baru bernama Nusa Bangun Banua. Unit usaha ini diproyeksikan untuk menggarap berbagai peluang pasar di lingkungan pemerintah provinsi agar perusahaan daerah tidak sekadar menjadi penonton dalam perputaran ekonomi lokal.

Ekspansi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga Banua. Selain tetap menjalankan bisnis tiket travel, perusahaan juga mulai memproses izin pemanfaatan pasir di Batola setelah mengantongi lampu hijau dari Kementerian SDM pada April 2026 lalu.

Sengketa Lahan Kilometer 17 Masuk Jalur Hukum Bareskrim

Di tengah tren pertumbuhan laba, PT Bangun Banua masih menghadapi tantangan serius dalam pengamanan aset daerah. Lahan strategis yang berlokasi di Kilometer 17 hingga kini masih dalam status sengketa akibat tumpang tindih surat kepemilikan.

Masalah ini sebenarnya telah melalui proses mediasi sejak 2019. Namun, karena pihak lawan tidak kunjung menyerahkan lahan tersebut, perusahaan mengambil langkah tegas dengan melanjutkan proses hukum ke Bareskrim Polri pada Maret 2025 lalu.

Kejelasan status hukum lahan di pinggir jalan utama tersebut menjadi prioritas utama manajemen. Lokasi premium ini direncanakan menjadi pusat kegiatan usaha baru yang strategis bagi daerah setelah urusan administrasi di BPN Kabupaten Banjar tuntas.

Ke depan, PT Bangun Banua berkomitmen memperketat manajemen aset dan menyusun rencana kerja yang lebih matang. Pengelolaan yang bersih dan berani diharapkan mampu menjadikan perusahaan ini sebagai tulang punggung ekonomi yang manfaatnya berdampak langsung bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

Bagikan
Sumber: mediaprospek.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks