RANTAU — Pemerintah Kabupaten Tapin menduduki posisi puncak dalam kategori penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan prevalensi stunting tingkat kabupaten secara nasional. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk pengakuan atas efektivitas kebijakan kesejahteraan yang dijalankan pemerintah daerah.
Selain trofi dan plakat penghargaan, Kabupaten Tapin menerima kucuran dana insentif senilai Rp3 miliar. Anggaran segar ini dialokasikan khusus untuk mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem serta memperkuat program kesehatan bagi ibu dan anak di Kalimantan Selatan.
Strategi Intervensi: Bansos Tepat Sasaran dan Perbaikan Gizi
Pemerintah daerah menerapkan pendekatan terpadu lintas sektor untuk menekan angka kemiskinan. Langkah ini mencakup penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, program pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah, serta perluasan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan infrastruktur pemukiman.
Pada sektor kesehatan, penanganan stunting difokuskan pada intervensi gizi kronis. Pemkab Tapin memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa dan memberikan edukasi pola hidup sehat secara masif untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Bupati Tapin H Yamani menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi antara tenaga kesehatan, perangkat daerah, dan partisipasi aktif masyarakat. Kebijakan berbasis kesejahteraan yang diterapkan dinilai menjadi indikator penting dalam mengukur kinerja intervensi sosial di wilayah tersebut.
Kunci Sukses: Menjaga Keberlanjutan Program Lintas Periode
Salah satu faktor penentu kemenangan Tapin adalah konsistensi dalam menjalankan program yang sudah ada. Bupati Yamani menegaskan pentingnya menjaga ritme kerja tim yang telah terbentuk agar program tidak terhenti saat terjadi transisi kepemimpinan.
“Alhamdulillah, sebelum kepemimpinan saya, tim penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting sudah terbentuk dan berjalan. Saya hanya melanjutkan, menjaga, dan memastikan program itu tetap konsisten,” ujar Yamani saat dikonfirmasi di Rantau, Rabu.
Yamani menambahkan, kesinambungan program dan integrasi antarsektor menjadi fondasi utama dalam mencapai target nasional. Capaian ini sekaligus memperkokoh posisi Tapin sebagai daerah dengan kinerja intervensi sosial yang terukur di Pulau Kalimantan.
Melalui dukungan tambahan dana dari pusat, Pemkab Tapin optimistis dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan dan bantuan ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu menghapus sisa kantong kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut dalam waktu dekat.