BANJARMASIN — Manajemen PAM Bandarmasih menerapkan sistem pengelolaan limbah terpadu yang memberikan nilai ekonomis bagi pegawainya. Melalui aplikasi berbasis Android bernama PAM Bungas, setiap setoran sampah anorganik kini tercatat otomatis sebagai saldo keuangan layaknya transaksi perbankan.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mengubah pola pikir terhadap limbah. Perusahaan kini tidak lagi membuang sampah ke TPS, melainkan mengelolanya secara mandiri di lingkungan internal melalui pemilahan yang ketat.
Bagaimana Aplikasi PAM Bungas Mengonversi Sampah Menjadi Uang?
Mekanisme setoran sampah ini berfokus pada limbah anorganik, terutama botol plastik yang memiliki nilai jual tinggi di pasar pengepul. Setiap karyawan yang membawa botol bekas akan dilayani oleh petugas khusus yang telah disiapkan perusahaan untuk mengelola setoran harian.
“Karyawan bisa langsung melihat saldo dari hasil setoran botol plastik. Sudah ada tarifnya, jadi ini benar-benar memberikan nilai ekonomi,” ujar Zulbadi.
Setelah terkumpul, sampah-sampah tersebut diproses menggunakan mesin press sebelum disalurkan ke pihak pengepul. Pencatatan digital melalui aplikasi memastikan transparansi jumlah saldo yang dikumpulkan oleh setiap karyawan dari hasil memilah sampah rumah tangga maupun sisa konsumsi di kantor.
Tekan Biaya Produksi Air Lewat Kebersihan Lingkungan
Inovasi ini memiliki kaitan erat dengan efisiensi operasional perusahaan penyedia air bersih tersebut. Zulbadi menekankan bahwa kebersihan lingkungan, khususnya di area aliran sungai, berdampak langsung pada kualitas air baku yang akan diolah.
“Kalau lingkungan, terutama daerah aliran sungai, bersih dari sampah, maka biaya pengolahan air juga bisa ditekan,” ungkapnya.
Dengan berkurangnya beban sampah yang masuk ke perairan, penggunaan zat kimia untuk penjernihan air dapat diminimalisir. Hal ini menciptakan siklus yang saling menguntungkan antara kelestarian lingkungan dan efisiensi anggaran operasional perusahaan.
Pengolahan Limbah Organik Menjadi Kompos Mandiri
Selain fokus pada botol plastik, PAM Bandarmasih juga menangani limbah organik menggunakan teknologi komposter. Sampah sisa makanan atau dedaunan di area kantor diolah menjadi pupuk kompos untuk kebutuhan penghijauan di lingkungan perusahaan.
Sistem manajemen limbah ini juga mencakup pemisahan kategori limbah berbahaya (B3) dan non-B3. Seluruh rangkaian proses ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung program kebersihan yang dicanangkan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Melalui pendekatan ini, perusahaan membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang terstruktur mampu meningkatkan kesejahteraan karyawan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kalimantan Selatan.