Pencarian

BPBD Kalimantan Selatan Gelar Donor Darah Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026

Jumat, 01 Mei 2026 • 16:20:06 WIB
BPBD Kalimantan Selatan Gelar Donor Darah Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026
BPBD Kalimantan Selatan menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026.

BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan aksi kemanusiaan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Agenda yang dipusatkan di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru, pada Kamis (30/4/2026) ini dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian penting dalam memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi situasi darurat. Selain melibatkan internal pegawai BPBD, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk berkontribusi dalam memenuhi ketersediaan stok darah di Kalimantan Selatan.

Antusiasme Masyarakat dan Kolaborasi Kemanusiaan

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyatakan bahwa pelaksanaan donor darah ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Dalam penyelenggaraannya, BPBD Kalsel menggandeng Radar Wajar Peduli serta Komunitas Masyarakat Indonesia (KMI) Kota Banjarbaru untuk memastikan kegiatan berjalan maksimal dan menjangkau lebih banyak partisipan.

“Hari ini kami melaksanakan donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026,” ujar Ronny Eka Saputra di sela-sela kegiatan. Ia menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya membangun semangat gotong royong yang menjadi modal utama dalam penanggulangan bencana.

Berdasarkan data panitia, antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi ternyata melampaui ekspektasi awal. Ronny menjelaskan bahwa target peserta donor darah yang ditetapkan untuk tahun ini semula berjumlah sekitar 80 orang. Namun, hingga kegiatan berlangsung, jumlah pendaftar yang masuk telah melewati angka tersebut.

“Alhamdulillah yang terdaftar sudah lebih dari 90 orang. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya Radar Wajar Peduli dan KMI Banjarbaru,” tuturnya. Tingginya partisipasi ini menunjukkan meningkatnya kepedulian sosial warga Kalimantan Selatan terhadap aksi-aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah.

Sinkronisasi Relawan dan Mitigasi Karhutla

Selain aksi donor darah, Ronny mengungkapkan bahwa BPBD Kalimantan Selatan telah melaksanakan berbagai agenda strategis lainnya dalam rangkaian HKB 2026. Salah satu kegiatan krusial yang telah dilakukan adalah pelaksanaan desk relawan yang berlokasi di Kiram, Awang Bangkal, Kabupaten Banjar. Kegiatan tersebut fokus pada penguatan koordinasi di akar rumput.

Tujuan utama dari desk relawan tersebut adalah melakukan pendataan ulang dan sinkronisasi data relawan kebencanaan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Hal ini dianggap penting agar saat terjadi bencana, mobilisasi personel dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur sesuai dengan keahlian masing-masing individu maupun komunitas.

“Dalam kegiatan itu, kami melakukan sinkronisasi data terkait jumlah relawan, peralatan, serta pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana. Selain itu, juga diberikan pembekalan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2026,” kata Ronny menjelaskan.

Sinkronisasi peralatan juga menjadi poin utama, mengingat kesiapan alat pelindung diri dan mesin pemadam sangat menentukan keberhasilan penanganan karhutla yang kerap menjadi tantangan tahunan di Kalimantan Selatan. Dengan data yang akurat, BPBD dapat memetakan kekuatan dan menutupi kekurangan sumber daya di titik-titik rawan secara lebih efisien.

Penguatan Kapasitas Kesiapsiagaan Berkelanjutan

Meskipun puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana secara nasional jatuh pada tanggal 26 April 2026, BPBD Kalsel memilih untuk tetap melanjutkan berbagai kegiatan penguatan di daerah. Hal ini dilakukan agar pesan mengenai kesiapsiagaan tidak berhenti pada seremoni belaka, tetapi terus tertanam dalam aktivitas keseharian masyarakat dan petugas di lapangan.

Rangkaian kegiatan yang masih berjalan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan untuk turut menggalakkan simulasi mandiri dan pengecekan sarana prasarana mitigasi secara berkala. Kesadaran kolektif dinilai sebagai kunci utama dalam meminimalisir risiko dampak bencana, baik korban jiwa maupun kerugian materiil.

Melalui integrasi antara aksi kemanusiaan seperti donor darah dan penguatan teknis melalui desk relawan, BPBD Kalsel optimis ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana akan semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, komunitas relawan, dan masyarakat umum diharapkan terus terjaga demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana di masa depan.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks