PELAIHARI — Kondisi jarak pandang yang mulai terganggu imbas kabut asap karhutla mendorong jajaran Satlantas Polres Tanah Laut bergerak cepat. Selain mengatur lalu lintas, personel di lapangan juga disiagakan untuk membantu pengguna jalan yang terdampak langsung di kawasan Bati-Bati.
Kasat Lantas Polres Tanah Laut AKP Adhitya Rizky Ridhotomo memimpin langsung kegiatan tersebut bersama sejumlah personel. Fokus utamanya adalah memastikan pengendara tetap aman saat visibilitas menurun drastis.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengecat ulang garis median jalan yang putus-putus. Marka yang semula memudar kini dibuat lebih tebal dan jelas agar mudah terlihat di tengah kepungan kabut.
“Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla,” kata Adhitya dalam keterangannya, Jumat.
Petugas juga membagikan stiker reflektor yang langsung dipasang pada badan kendaraan bermotor. Stiker ini diharapkan memantulkan cahaya lampu dari kendaraan lain sehingga keberadaan pemotor tetap terdeteksi meski jarak pandang terbatas.
Pembagian masker dilakukan kepada pengendara yang melintas maupun warga yang tengah beraktivitas di luar rumah. Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat menghirup partikel asap.
“Petugas turut membagikan stiker reflektor dan masker saat masyarakat beraktivitas di luar rumah. Stiker reflektor diharapkan dapat meningkatkan visibilitas kendaraan dalam kondisi jarak pandang terbatas,” pungkasnya.
Selain aksi fisik di lapangan, personel Satlantas gencar melakukan patroli sambil memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan. Masyarakat diminta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menyalakan lampu utama kendaraan meski siang hari.
Pengendara juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri melaju kencang ketika kabut asap sedang pekat. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu akibat karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.