Gunung Bromo Kembali Dibuka untuk Wisatawan, Simak Kondisi Terkini dan Aturan Masuk Setelah Kebakaran

Penulis: Eko Saputro  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:07:31 WIB
Wisatawan kembali dapat menikmati pemandangan lautan pasir dan kaldera Gunung Bromo setelah status kebakaran dinyatakan padam.

KALIMANTAN SELATAN — Pemandangan lautan pasir dan deretan gunung berapi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya bisa dinikmati lagi. Penutupan yang diberlakukan akibat kebakaran hutan dan lahan telah dicabut, dan wisatawan kembali diizinkan masuk ke area kaldera sejak Jumat (21/8/2026).

Status Terkini dan Kondisi Kawasan Setelah Kebakaran

Keputusan pembukaan kembali ini diambil setelah tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, relawan, dan petugas taman nasional memastikan api telah padam seluruhnya. Operasi pemadaman yang berlangsung selama 13 hari itu juga mencakup proses pendinginan titik-titik panas untuk mencegah munculnya kembali bara di bawah permukaan tanah.

Meski akses wisata telah dibuka, pengunjung perlu memahami bahwa kondisi vegetasi di beberapa titik terdampak kebakaran. Area yang terbakar akan menjalani proses rehabilitasi, dan pengunjung diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, terutama di zona yang rawan dan baru saja pulih.

Daya Tarik yang Kembali Bisa Dijelajahi

Destinasi ikonik seperti Penanjakan 1 yang menjadi favorit untuk melihat matahari terbit, serta lautan pasir yang luas di sekitar Gunung Bromo, kembali dapat diakses. Pemandangan khas sabana dan hamparan pasir vulkanik yang menjadi latar foto favorit wisatawan kini terbuka untuk umum.

Wisatawan juga dapat kembali melakukan aktivitas favorit seperti menunggang kuda menyusuri lautan pasir menuju anak tangga Bromo, atau sekadar berjalan kaki menikmati udara pegunungan yang khas. Namun, perlu dicatat bahwa kondisi jalur pendakian menuju bibir kawah tetap bergantung pada arahan resmi dari Balai Besar TNBTS.

Aturan Masuk dan Hal yang Perlu Disiapkan

Bagi yang berencana berkunjung dalam waktu dekat, ada beberapa hal praktis yang perlu disiapkan. Pertama, pastikan untuk selalu mengecek informasi resmi dari akun media sosial Balai Besar TNBTS atau menghubungi kantor taman nasional sebelum berangkat, karena status operasional bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan keamanan.

Kedua, patuhi larangan membawa barang-barang yang mudah memicu api, seperti korek api atau kompor portable, terutama di area yang masih kering. Ketiga, siapkan masker untuk melindungi diri dari debu vulkanik dan sisa asap tipis yang mungkin masih tercium di beberapa titik.

Tips Berkunjung ke Bromo Setelah Kebakaran

Waktu terbaik untuk menikmati Bromo tetap sama, yaitu saat dini hari untuk mengejar momen matahari terbit yang legendaris. Namun, karena kondisi kawasan baru saja pulih, disarankan untuk datang lebih pagi guna menghindari antrean panjang di pos pemeriksaan tiket.

Untuk transportasi, wisatawan bisa menggunakan jeep 4x4 yang banyak disewakan di area Cemoro Lawang atau mengatur penjemputan dari Kota Probolinggo. Pastikan kondisi fisik prima karena medan pendakian menuju kawah cukup menantang, dan selalu jaga kebersihan dengan membawa pulang sampah sendiri.

Durasi ideal untuk mengeksplorasi area kaldera Bromo dan sekitarnya adalah satu hingga dua hari. Kunjungan singkat tetap memungkinkan untuk menikmati pemandangan utama, tetapi menginap semalam memberi kesempatan lebih luas untuk menikmati suasana pegunungan yang tenang dan menyaksikan langit malam yang penuh bintang.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top