TANJUNG — Ratusan personel gabungan TNI-Polri dan jajaran Forkopimda Tabalong memusatkan diri dalam Sholat Istisqo di halaman Mapolres setempat, Rabu (19/8/2026) pagi. Ibadah memohon hujan ini dipimpin Ustadz H Najibul Khairani selaku imam sekaligus khatib.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat yang tengah dilanda kekeringan dan keterbatasan air bersih.
"Polres Tabalong akan terus meningkatkan kepedulian dan membantu masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan serta keterbatasan air bersih," jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan, jajarannya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, serta instansi terkait untuk mendukung langkah penanganan kekurangan air bersih. Sinergi ini dinilai penting mengingat dampak kekeringan tidak bisa ditangani satu instansi saja.
Dalam tausiahnya, Ustadz Najibul mengingatkan jamaah tentang larangan berbuat kerusakan di bumi sebagaimana tertuang dalam Al-Quran Surat Al-A'raf ayat 56.
"Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik," jelas Ustad Najib.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah aksi pembakaran lahan. Ia meminta warga mengoptimalkan pos kamling dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
"Selain memohon pertolongan Allah agar turun hujan, kita semua perlu siap siaga menghadapi kekeringan dan Karhutla dengan bersama-sama tidak melakukan pembakaran lahan dan membuang puntung rokok sembarangan," jelas Noor Rifani.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan Ketua DPRD Tabalong Riza Fahlipi, Wakapolres Tabalong Kompol Hasanuddin, Dandim 1008/Tabalong Letkol Inf Alexander Alan Primadi, serta Ketua MUI Tabalong H Sabilarrusdi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tata tertib dan niat Sholat Istisqo, dilanjutkan Sholat Istisqo berjamaah dan khotbah. Setelah itu, dilaksanakan pembacaan doa Istisqo dengan memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat, merata, dan penuh keberkahan.
Ustad Najib menambahkan, suhu panas bumi yang semakin tinggi saat ini merupakan dampak dari semakin gundulnya pegunungan dan tandusnya lahan akibat aktivitas manusia. Ia mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kembali hubungan antara kerusakan alam dan bencana kekeringan yang terjadi.