Kalsel Expo 2026: Pemkab Tanah Bumbu Ganti Buku Tamu dengan Scan QR, Semua Informasi Wisata hingga Investasi Bisa Diakses dari Rumah

Penulis: Deni Kurniawan  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:13:32 WIB
Pengunjung memindai barcode di stan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu pada Kalsel Expo 2026 di Banjarbaru, Rabu (12/8/2026).

BATULICIN — Stan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di Kalsel Expo 2026 tidak lagi menyediakan buku tamu fisik. Sebagai gantinya, pengunjung cukup memindai barcode yang tersedia untuk masuk ke portal digital berisi informasi lengkap potensi daerah, sebuah langkah yang dinilai mempermudah promosi sektor unggulan secara berkelanjutan.

Kalsel Expo 2026 sendiri berlangsung di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tanah Bumbu, Eryanto Rais, yang mewakili Bupati Andi Rudi Latif.

Barcode Jadi Gerbang Tunggal Akses Informasi Daerah

Sistem digitalisasi yang diusung tahun ini merupakan pengembangan dari konsep pameran sebelumnya. Jika dahulu pengunjung mengisi buku tamu, kini seluruh data dan informasi dikemas dalam satu gawang digital yang terintegrasi dengan data dari sejumlah perangkat daerah dan mitra pameran.

Perwakilan stand Tanah Bumbu menjelaskan, inovasi ini dirancang agar manfaatnya tidak hilang setelah acara usai.

“Ya, di 2026 ini kita mengangkat digitalisasi terbaru. Dulu kita pakai buku tamu, tahun ini kita pakai scan QR. Nanti masyarakat juga bisa mengakses kawasan yang menurut investasi, kemudian pariwisata, kemudian produk yang dijual di Kalsel Expo,” ujarnya.

“Ketika masyarakat sudah pulang ke rumah, mereka bisa langsung masuk lagi ke akun tersebut. Jadi memudahkan untuk mengenalkan produk-produk UMKM dari Kabupaten Tanah Bumbu,” katanya.

Destinasi Wisata dan Produk UMKM dalam Satu Genggaman

Pada sektor pariwisata, barcode tersebut memuat informasi destinasi andalan seperti Pantai Angsana dan Pantai Sungai Cuka. Calon wisatawan bisa melihat gambaran dan daya tarik lokasi sebelum berkunjung langsung.

“Seluruh wisata yang ada di Tanah Bumbu kita tampilkan. Jadi ketika kawan-kawan akan berkunjung ke Tanah Bumbu, mereka tinggal melihat barcode tersebut. Kalau mau ke Pantai Angsana, sudah ada. Kalau mau ke Pantai Sungai Cuka juga sudah ada,” jelasnya.

Untuk sektor UMKM, sistem ini terhubung langsung dengan alamat pelaku usaha dan sejumlah platform e-commerce. Beberapa produk, seperti kopi, sudah bisa dipesan secara daring tanpa harus datang ke lokasi.

“Kalau masuk ke aplikasi tersebut tinggal mengklik mau pilihan yang mana. Kemudian muncul alamat dan ada beberapa UMKM kita juga yang terafiliasi dengan e-commerce seperti kopi dan lain-lain. Kalau mau pesan tinggal diklik saja. Jadi one way, one gate system,” katanya.

Transaksi Non-Tunai dan 100 Kilogram Pentol Gratis

Digitalisasi juga diterapkan pada mekanisme transaksi di stan. Seluruh pembayaran produk menggunakan QRIS, memastikan pencatatan berjalan real time dan mengurangi peredaran uang tunai.

Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu turut memeriahkan stan dengan membagikan 100 kilogram pentol gratis kepada pengunjung. Setelah kuota gratis habis, pentol tetap bisa dibawa pulang dengan pembelian melalui QRIS.

“Manfaat QRIS banyak sekali. Tanah Bumbu tahun ini juga membagikan pentol gratis 100 kilo. Kemudian ketika masyarakat mau bawa pulang ke rumah, kita menjual produk-produk pentol tersebut. Jadi ketika pembayaran tinggal QRIS, mempermudah proses, tidak ada uang tunai dan semua tercatat secara real time,” jelasnya.

Pada sektor investasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyiapkan data kawasan yang memiliki peluang investasi. Informasi ini diharapkan memberi gambaran jelas bagi calon investor yang ingin menanamkan modal di Tanah Bumbu. Kabupaten Tanah Bumbu sendiri menempati delapan stan pada ajang Kalsel Expo 2026.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: borneoplus.info This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top