Pijat Bayi di Posyandu: Kader Margadana Tegal Kini Bekali Orang Tua Stimulasi Tumbuh Kembang Balita

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:45:01 WIB
Kader Posyandu di Kelurahan Margadana, Tegal, mengikuti pelatihan pijat bayi untuk mendukung stimulasi tumbuh kembang balita.

KALIMANTAN SELATAN — Kunjungan ke posyandu seringkali terasa singkat: timbang badan, catat di buku KIA, imunisasi, lalu pulang. Namun, suasana itu mulai berubah di Kelurahan Margadana, Tegal. Sejak awal Agustus 2026, para kader di sana dibekali keterampilan baru yang tak kalah penting dari sekadar mengukur berat badan—pijat bayi dan stimulasi dini untuk mendukung perkembangan motorik balita.

Program bertajuk Sentuhan Sehat ini digagas oleh tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Tegal (UMT). Pelatihan yang digelar pada 4 Agustus 2026 itu berlangsung interaktif, memadukan teori dengan praktik langsung. Para kader tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga menyaksikan demonstrasi dan mencoba langsung teknik pijat di bawah pendampingan tenaga ahli.

Mengapa Kader Perlu Terampil Pijat Bayi?

Di Margadana, peran kader sangat strategis. Mereka adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan orang tua balita setiap bulan. Dengan jumlah 672 balita yang tersebar di 12 posyandu, mustahil tenaga kesehatan dari puskesmas bisa memantau perkembangan setiap anak secara intensif di tingkat rumah tangga.

Di sinilah keterampilan pijat bayi menjadi jembatan. Stimulasi sederhana ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bagian dari upaya mendukung perkembangan motorik anak sejak dini. Sentuhan lembut yang terstruktur dapat membantu merelaksasi otot, melancarkan peredaran darah, hingga membantu bayi tidur lebih nyenyak—fondasi penting untuk pertumbuhan optimal.

Dari Layanan Dasar Menuju Ruang Edukasi Keluarga

Ketua Tim Pengabdian UMT, Nilatul Izah, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar kader tidak berhenti pada tataran pemahaman. "Harapannya, kader tidak hanya paham, tetapi juga mampu menerapkan dan menyampaikan kembali kepada orang tua balita," ujarnya.

Program ini memang tidak berhenti pada pelatihan pijat bayi. Para kader juga dibekali pemahaman tentang deteksi dini keterlambatan perkembangan dan stimulasi sesuai usia. Dengan begitu, layanan posyandu di Margadana perlahan bertransformasi. Dari sekadar tempat penimbangan rutin, posyandu diarahkan menjadi ruang edukasi keluarga yang komprehensif.

Orang tua yang datang tidak hanya akan membawa pulang catatan berat badan, tetapi juga pengetahuan baru tentang cara mendukung perkembangan anak di rumah. Kader yang terlatih bisa menjadi tempat bertanya dan berbagi pengalaman antar sesama orang tua.

Yang Bisa Ditiru Orang Tua di Rumah

Meski pelatihan ini menyasar kader, prinsip dasarnya bisa diterapkan langsung oleh orang tua di rumah. Beberapa hal yang diajarkan dalam program Sentuhan Sehat antara lain:

  • Memilih waktu yang tepat untuk memijat, saat bayi tenang dan tidak lapar atau mengantuk.
  • Menggunakan minyak atau lotion bayi yang aman untuk mengurangi gesekan pada kulit sensitif.
  • Melakukan gerakan lembut dari kaki, perut, dada, hingga punggung sambil mengajak bayi berbicara atau bernyanyi.
  • Menjadi momen bonding antara orang tua dan anak, bukan sekadar prosedur kesehatan.

Kehadiran program pelatihan seperti ini menjadi angin segar bagi para ibu muda. Layanan kesehatan dasar kini diperkaya dengan pendekatan yang lebih personal dan menyentuh kebutuhan perkembangan anak secara menyeluruh. Bagi orang tua di Margadana, posyandu bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan mitra tumbuh kembang si kecil.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: smpantura.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top