BANJARMASIN — Gangguan pada pembangkit listrik Asam-Asam yang memicu pemadaman bergilir di Kalimantan Selatan tidak menghentikan roda pelayanan perbankan. Bank Kalsel bergerak cepat dengan mengaktifkan sistem pendukung kelistrikan di semua kantor cabang untuk memastikan mesin ATM, layanan teller, dan sistem digital tetap menyala.
Langkah ini diambil mengingat pasokan listrik dan koneksi internet merupakan dua komponen vital yang tidak bisa ditawar dalam operasional perbankan modern. Tanpa keduanya, risiko gangguan transaksi hingga kegagalan sistem menjadi sangat tinggi.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal untuk menghadapi situasi darurat ini. Baterai cadangan atau Uninterruptible Power Supply (UPS) serta generator set (genset) telah disiagakan di seluruh kantor operasional.
"Kami telah melakukan langkah antisipasi agar operasional dan pelayanan kepada nasabah tidak terganggu, sehingga masyarakat tetap dapat bertransaksi dengan nyaman," kata Fachrudin dalam keterangannya, Kamis (13/2).
Dengan adanya sistem pendukung ini, transisi daya saat listrik padam terjadi secara otomatis. Nasabah tidak akan merasakan gangguan berarti, baik saat melakukan transaksi di kantor cabang maupun melalui kanal digital.
Respons positif datang dari nasabah. Hamdiah, salah seorang nasabah Bank Kalsel, mengapresiasi kesiapan bank dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menilai kualitas layanan saat ini semakin baik dan dapat diandalkan, terutama berkat kehadiran layanan digital.
"Pelayanan perbankan (Bank Kalsel) saat ini semakin baik, terutama dengan hadirnya berbagai layanan digital yang memudahkan transaksi," ucap Hamdiah.
Menurutnya, fleksibilitas transaksi mandiri melalui aplikasi mobile banking menjadi nilai tambah besar. Nasabah tidak lagi harus bergantung penuh pada kantor cabang, sehingga aktivitas perbankan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa hambatan.
Persiapan infrastruktur yang matang ini menjadi bukti komitmen Bank Kalsel dalam menjaga kepercayaan publik. Perusahaan daerah ini bertekad memberikan kenyamanan bertransaksi bagi seluruh warga Banua, khususnya di tengah situasi yang tidak menentu akibat pemadaman listrik.
Langkah sigap ini diharapkan menjadi standar pelayanan publik lainnya di Kalimantan Selatan dalam menghadapi gangguan infrastruktur serupa. Ketahanan operasional menjadi kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan publik.