BANJARBARU — Transformasi digital di sektor kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terus menunjukkan hasil. General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengungkapkan bahwa lebih dari 2 juta pelanggan kini telah beralih ke aplikasi PLN Mobile sebagai kanal utama pelayanan.
“Transformasi digital menjadi bagian penting dalam peningkatan pelayanan pelanggan. Melalui PLN Mobile, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan kelistrikan kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor PLN. Hal ini membuat pelayanan menjadi lebih praktis, cepat, dan transparan,” ujar Iwan dalam keterangan resmi yang diterima di Banjarbaru, baru-baru ini.
PLN Mobile tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran. Dalam satu aplikasi, pelanggan bisa melakukan pembelian token listrik, membayar tagihan bulanan, mengajukan permohonan pasang baru, hingga menambah daya. Fitur pengaduan gangguan dan pencatatan meter mandiri (SwaCAM) juga tersedia untuk memudahkan pelanggan yang tidak sempat didatangi petugas.
Iwan menambahkan, pengembangan fitur akan terus dilakukan. Targetnya, seluruh kebutuhan pelanggan bisa selesai dalam satu aplikasi tanpa perlu membuka platform lain.
“Kami ingin pelanggan dapat menyelesaikan seluruh kebutuhan kelistrikannya melalui satu aplikasi. Karena itu, pengembangan PLN Mobile akan terus dilakukan agar layanan semakin lengkap, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Salah seorang pelanggan di Banjarbaru, Jaiman, mengaku hampir setiap hari menggunakan aplikasi tersebut. Ia memanfaatkan fitur pembelian token dan pelaporan gangguan saat aliran listrik bermasalah.
“Saya hampir selalu menggunakan PLN Mobile, mulai dari membeli token hingga melaporkan gangguan. Aplikasinya mudah digunakan, prosesnya cepat, dan saya juga bisa memantau status laporan secara langsung. Sangat membantu, apalagi saat sedang sibuk bekerja,” ungkap Jaiman.
PLN UID Kalselteng mencatat, tingginya angka unduhan ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan digital terus menguat. Dengan basis pelanggan yang tersebar di wilayah perkotaan hingga pedesaan, PLN optimistis aplikasi ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini masih mengandalkan pembayaran manual di loket.
Ke depan, PLN berencana menambahkan fitur-fitur baru yang lebih integratif, termasuk kemudahan bagi pelanggan di daerah terpencil yang akses internetnya terbatas. Seluruh inovasi ini dirancang agar proses pelayanan semakin sederhana sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.