KALIMANTAN SELATAN — Soledad Guerrero, 36 tahun, menjalani kehamilan pertamanya dengan lancar. Ia bahkan tetap berenang hingga mendekati waktu persalinan dan tidak mengalami morning sickness. Namun, situasinya berbalik drastis saat ia masuk rumah sakit untuk induksi.
Dokter memutuskan operasi caesar darurat karena masalah pembekuan darah. Setelah melahirkan bayi perempuannya pada Oktober 2025, Soledad tidak mengeluarkan urine. Kondisinya berkembang menjadi gagal hati dan gagal ginjal.
Fungsi hati Soledad akhirnya pulih. Sayangnya, ginjalnya mengalami kerusakan berat. Sembilan bulan setelah melahirkan, ia masih menjalani dialisis dan tengah mencari donor ginjal. Kisahnya dibagikan kepada ABC News dan menjadi pengingat bahwa komplikasi kehamilan bisa muncul jauh setelah persalinan.
Apa Itu p-aHUS yang Dialami Soledad?
Pregnancy-associated atypical hemolytic uremic syndrome (p-aHUS) adalah kondisi langka yang menyerang sistem komplemen, bagian dari sistem kekebalan tubuh. Pada penderita aHUS, sistem komplemen menjadi terlalu aktif.
Akibatnya, pembuluh darah kecil rusak dan terbentuk gumpalan darah kecil. Ginjal yang memiliki banyak pembuluh darah kecil paling sering terdampak. Kondisi ini bisa menurunkan fungsi ginjal dengan cepat.
Menurut penelitian, p-aHUS diperkirakan hanya terjadi pada sekitar 1 dari 25.000 kehamilan. Angka ini menjelaskan mengapa