BANJARBARU — Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menyebut luasan yang tertangani baru sekitar 39,46 persen dari total lahan terdampak. Sisanya, 60,54 persen, masih belum tertangani.
"Luas yang tertangani ini dari total lahan terdampak karhutla 1.691,50 hektare," kata Ronny di Banjarbaru, Jumat 11 September 2026.
Empat Helikopter Dikerahkan ke Titik Api Prioritas
Empat unit helikopter water bombing mendukung operasi udara. Helikopter dikerahkan memadamkan titik api dengan skala prioritas, terutama di lokasi yang sulit dijangkau tim pemadam darat.
Kawasan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru masuk daftar utama. Di kawasan itu masih cukup banyak ditemukan titik api.
"Di lokasi ini setiap harinya helikopter water bombing dioperasikan bersama-sama petugas di darat melakukan pemadaman," ujarnya.
Mengapa Bandara Syamsudin Noor Jadi Prioritas
Asap akibat karhutla berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan. Ronny menegaskan area sekitar bandara tidak bisa diabaikan.
"Tentu area sekitar bandara jadi prioritas agar kabut asap akibat karhutla tidak mengganggu penerbangan," ujarnya.
Selain pemadaman, operasi udara dipakai memantau perkembangan titik api. Satu unit helikopter Bell 206 dan satu unit pesawat Cessna Caravan C208 diterbangkan untuk patroli udara.
Modifikasi Cuaca Disiapkan Sepekan ke Depan
Pesawat Cessna Caravan C208 juga disiagakan mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah itu menyusul prediksi BMKG soal potensi pertumbuhan awan hujan dalam sepekan ke depan.
"Pesawat Cessna ini juga disiagakan untuk operasi modifikasi cuaca dan dalam satu pekan ke depan prediksi BMKG ada banyak pertumbuhan bibit-bibit awan hujan," kata Ronny.
Dengan 60,54 persen lahan terdampak belum tertangani, operasi udara dan darat masih berjalan di Kalsel. Pemantauan titik api berlanjut menyusul potensi awan hujan yang bisa dimanfaatkan untuk OMC.