Pencarian

BMKG Ingatkan Warga Kalsel soal Karhutla dan Gelombang 2,5 Meter pada 9–15 September 2026

Rabu, 09 September 2026 • 11:31:02 WIB
BMKG Ingatkan Warga Kalsel soal Karhutla dan Gelombang 2,5 Meter pada 9–15 September 2026
Petugas memantau titik panas di wilayah Kalimantan Selatan saat BMKG mengingatkan potensi karhutla pada 9–15 September 2026.

BANJARMASIN — Meski cuaca Kalimantan Selatan diprakirakan cerah hingga hujan ringan dalam sepekan ke depan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru menyoroti dua potensi bahaya yang mengintai. Potensi karhutla disebut meningkat di daratan, sementara gelombang tinggi berpeluang terjadi di sejumlah perairan pada periode 9–15 September 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Liesda Dwi Kartika, menyampaikan bahwa suhu udara di wilayah Kalsel diprakirakan berada pada kisaran 21–36 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan mencapai 40–95 persen dengan angin yang bertiup dari arah Timur Laut hingga Selatan.

Waspadai Titik Api Saat Udara Kering

Liesda mengingatkan bahwa kondisi lingkungan yang relatif kering berpotensi memudahkan munculnya karhutla. Imbauan ini disampaikan karena kebakaran lahan bisa memicu peningkatan polusi dan menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah.

"Waspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara pada saat terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Liesda dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Membuang puntung rokok sembarangan juga sebaiknya dihindari karena berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

Gelombang 2,5 Meter Mengancam Empat Perairan

Ancaman kedua datang dari wilayah laut. Gelombang tinggi hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi pada 12–15 September 2026 di perairan Banjarmasin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, kapal tongkang, kapal feri, maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Pengguna jasa transportasi laut diminta memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar demi mengurangi risiko keselamatan.

Pasang Maksimum Landa Kotabaru dan Muara Sungai Barito

Selain gelombang tinggi, masyarakat pesisir juga perlu mencermati potensi pasang maksimum. Di perairan Kotabaru, pasang maksimum diprakirakan terjadi pada 10–15 September pukul 06.00–07.00 WITA dan 19.00–21.00 WITA dengan ketinggian mencapai 2,6 meter.

Sementara itu, pasang maksimum di perairan Muara Sungai Barito berpotensi terjadi pada 9–11 September pukul 03.00–06.00 WITA dengan ketinggian mencapai 2,7 meter.

Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Dari sisi wilayah, Kalsel bagian utara yang mencakup Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara diprakirakan cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan. Wilayah bagian timur, yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu, berpotensi mengalami kondisi serupa terutama pada 12–15 September.

Tanah Laut di bagian selatan diprakirakan cerah hingga berawan pada 9–11 September dan berpotensi hujan ringan pada 12–15 September. Wilayah bagian barat yang meliputi Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru juga berpotensi hujan ringan pada periode yang sama.

Jika kabut asap muncul, masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang menurun akibat asap.

"Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang berkembang," ujar Liesda.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banuatv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks