Pencarian

Hujan Akhirnya Turun di Tanah Bumbu Usai 2 Bulan Kemarau, Berkat Penyemaian Awan 1 Ton Garam

Selasa, 08 September 2026 • 16:46:01 WIB
Hujan Akhirnya Turun di Tanah Bumbu Usai 2 Bulan Kemarau, Berkat Penyemaian Awan 1 Ton Garam
Hujan buatan hasil penyemaian awan mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Batulicin dan Simpang Empat, Tanah Bumbu, Selasa siang.

BATULICIN — Warga di dua kecamatan di Tanah Bumbu akhirnya menikmati guyuran hujan di tengah musim kemarau yang telah berlangsung dua bulan. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan hasil rekayasa langit melalui penyemaian awan menggunakan seribu kilogram garam.

Hujan mulai turun sekitar pukul 12.10 Wita dengan durasi 15 hingga 20 menit. Titik lokasinya tersebar di Kecamatan Batulicin dan Simpang Empat.

Wilayah yang Terguyur Hujan Buatan

Di Kecamatan Batulicin, hujan mengguyur Desa Kersik Putih, Desa Segumbang, dan Kelurahan Batulicin. Sementara itu, di Kecamatan Simpang Empat, kawasan Pasar Minggu dan sekitar Desa Bersujud ikut merasakan hujan tersebut.

Hapsa, warga Desa Segumbang, mengaku bersyukur atas turunnya hujan meski hanya berlangsung singkat. Ia menilai air yang turun cukup membantu membasahi lahan dan menjaga ketersediaan air di sumur warga.

"Meski sebentar, setidaknya air berdampak pada sumur dan dapat mengurangi risiko kebakaran lahan," kata Hapsa.

Sorti Pertama Menyasar Tanah Bumbu dan Tanah Laut

Hujan tersebut dipicu penyemaian awan Cumulus melalui pesawat PK-SNK yang membawa 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam. Bahan semai ini disebar ke titik-titik awan yang berpotensi menjadi hujan.

Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat, mengatakan OMC dilakukan secara bertahap. Sorti pertama menyasar wilayah Tanah Bumbu dan Tanah Laut, lalu pesawat diterbangkan menuju Hulu Sungai dan sekitarnya.

"Sorti pertama dilaksanakan di wilayah Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Sekitar pukul 12.30 Wita sudah terlihat hasilnya. Kemudian sorti berikutnya diterbangkan menuju wilayah Hulu Sungai dan sekitarnya yang juga membuahkan hasil hujan," jelas Herman.

Tingkat Keberhasilan Capai 80 Persen

Herman menyebut tingkat keberhasilan operasi penyemaian awan pada Selasa mencapai sekitar 80 persen. Menurutnya, hujan menjadi upaya penting dalam penanganan karhutla, terutama untuk membasahi lahan yang berpotensi terbakar hingga ke lapisan bawah.

OMC sendiri merupakan langkah preventif yang diambil pemerintah daerah bersama BNPB untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran lahan di musim kemarau. Dengan lahan yang telah basah, risiko munculnya titik api diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: poroskalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks