KALIMANTAN SELATAN — Nothing Ear (3a) bukan cuma soal desain transparan yang jadi ciri khas brand asal London itu. TWS terbaru ini mencoba menawarkan pengalaman audio yang lebih serius di kelas harga menengah. Saya sudah mencobanya beberapa hari dan inilah temuan yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan membeli.
Desain Transparan: Ikonik, Tapi Plastiknya Kurang Premium
Desain semi-transparan memang jadi pembeda utama Nothing di pasar TWS yang monoton. Pada Ear (3a), sentuhan transparan ini tidak hanya ada di charging case, tapi juga di batang earbuds-nya. Saya mencoba varian warna Yellow yang mencolok, lengkap dengan ear tips senada. Tersedia juga opsi Pink, Black, dan White untuk yang lebih suka tampilan netral.
Detail kecil yang jarang diperhatikan orang: ada tiga lampu LED di dalam case yang menunjukkan status baterai dan pairing melalui pola cahaya berbeda. Untuk membedakan kanan-kiri, Nothing memberi penanda warna merah di earbuds kanan dan putih di kiri. Kontrol tetap memakai gestur pinch pada tangkai, yang bisa diatur ulang lewat aplikasi Nothing X.
Sayangnya, ada satu hal yang mengganggu di harga Rp1,6 jutaan: material plastik case-nya terasa murah. Case ini gampang baret dan engselnya terasa goyang saat dibuka. Ini kelemahan yang sama dengan produk Nothing sebelumnya, dan cukup disayangkan karena kualitas audio di dalamnya justru sangat baik.
Kualitas Suara: Vokal Tengah yang Luas dengan LDAC
Nothing membekali Ear (3a) dengan dynamic driver 12 mm yang sudah mengantongi sertifikasi Hi-Res Audio Wireless dan mendukung codec LDAC. Hasilnya, detail suara yang dihasilkan cukup kaya untuk kelasnya. Karakter suaranya cenderung menyenangkan, dengan panggung audio yang terasa lebih lebar dari biasanya.
Fitur Spatial Audio di sini bekerja dengan baik. Saat mendengarkan musik, vokal terasa berada di tengah kepala, sementara instrumen lain seolah menyebar mengelilingi ruang dengar. Efeknya memang terasa "spesial" untuk ukuran TWS di rentang harga ini.
Perlu dicatat, ini adalah Static Spatial Audio yang tidak punya head tracking. Artinya, arah suara tidak berubah saat kamu menggerakkan kepala. Tapi untuk harga Rp1 jutaan, efek ruang yang dihasilkan sudah lebih dari cukup.
ANC 45 dB: Redam Bising Transportasi Umum dengan Baik
Wideband Active Noise Cancellation pada Nothing Ear (3a) bekerja impresif. Klaim peredaman hingga 45 dB terasa nyata saat dipakai di tempat ramai atau transportasi umum. Suara mesin kendaraan dan keramaian obrolan bisa diredam signifikan, membuatmu bisa "menyendiri" di tengah keramaian.
Melalui aplikasi Nothing X, kamu bisa memilih level ANC: Low, Mid, High, atau Adaptive. Mode Adaptive otomatis menyesuaikan tingkat peredaman dengan kebisingan di sekitarmu. Selama pengujian, saya lebih sering memakai mode Adaptive karena lebih praktis dan efektif.
TWS ini juga punya rating IP54 yang membuatnya aman dari debu dan percikan air. Jadi, tidak perlu khawatir saat dipakai olahraga atau kehujanan gerimis ringan.
Kelebihan dan Kekurangan Nothing Ear (3a)
- Kelebihan: ANC 45 dB yang efektif meredam bising, efek Spatial Audio luas untuk harganya, dukungan codec LDAC + Hi-Res Audio Wireless, desain transparan khas Nothing dengan 4 pilihan warna.
- Kekurangan: Material charging case terasa murah dan mudah tergores, engsel case goyang, Spatial Audio tidak pakai head tracking.
Verdict: Worth It untuk yang Prioritaskan Kualitas Audio
Nothing Ear (3a) adalah pilihan menarik di kelas TWS Rp1,6 jutaan jika prioritasmu adalah kualitas suara dan peredaman bising. Kombinasi ANC 45 dB dan Spatial Audio-nya memberikan pengalaman mendengar yang sulit ditandingi kompetitor di rentang harga yang sama.
Tapi kalau kamu tipe orang yang sangat memperhatikan kualitas build dan sering menyimpan earbuds di tas tanpa case tambahan, material plastiknya yang mudah baret bisa jadi pertimbangan. TWS ini paling cocok buat kamu yang lebih mementingkan performa audio di atas segalanya dan tidak terlalu ambil pusing dengan tampilan fisik charging case.