Pencarian

Olahraga Anak Sesuai Usia: Panduan Aktivitas Fisik untuk Tumbuh Kembang

Senin, 07 September 2026 • 10:07:01 WIB
Olahraga Anak Sesuai Usia: Panduan Aktivitas Fisik untuk Tumbuh Kembang
Anak-anak bermain aktif di taman untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian sesuai panduan WHO.

KALIMANTAN SELATAN — Sebagai orang tua, wajar jika kita ingin memberikan yang terbaik untuk pertumbuhan anak. Sering kali, kita mengaitkan tinggi badan dengan jenis olahraga tertentu, misalnya basket atau renang. Padahal, pertumbuhan tinggi badan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, nutrisi, hingga kualitas tidur. Yang terpenting adalah memastikan anak aktif bergerak setiap hari, bukan memaksakan satu cabang olahraga tertentu.

Berapa Lama Anak Perlu Beraktivitas Fisik?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan panduan yang jelas. Anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun disarankan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setidaknya 60 menit setiap hari. Aktivitas ini tidak harus dilakukan sekaligus, bisa dibagi dalam beberapa sesi permainan.

Selain itu, penting juga untuk memasukkan latihan penguatan otot dan tulang minimal tiga kali dalam seminggu. Contohnya seperti bermain ayunan di playground, senam lantai, atau bermain tarik tambang yang menyenangkan.

Memilih Aktivitas Berdasarkan Usia Anak

Dokter Surya Santosa, Sp.KO dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menekankan, olahraga sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Pada usia dini, jangan pusing memikirkan teknik olahraga yang rumit. Fokuslah pada permainan aktif yang melatih dasar gerakan.

Untuk balita dan anak prasekolah, aktivitas seperti berlari, melompat, melempar bola, dan bermain keseimbangan adalah pilihan terbaik. Kegiatan ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menyenangkan bagi mereka. Biarkan anak mengeksplorasi gerakan secara alami melalui permainan.

Nutrisi dan Tidur, Kunci Pertumbuhan yang Sering Terlupakan

Dokter Eddy Fadlayana, Sp.A(K), M.Kes dari Mayapada Hospital Bandung mengingatkan bahwa pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh asupan gizi dan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Olahraga hanyalah salah satu bagian dari teka-teki tumbuh kembang.

Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang, serta tidur yang berkualitas. Kombinasi antara aktivitas fisik yang konsisten, makanan bergizi, dan istirahat cukup akan memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada sekadar fokus pada satu jenis olahraga untuk mengejar tinggi badan.

Kapan Harus Khawatir dan Konsultasi ke Dokter?

Meskipun tinggi badan setiap anak berbeda, orang tua perlu waspada jika pertumbuhannya melambat atau tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan seusianya. Jika Anda merasa ada yang tidak beres, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasari. Dengan penanganan dini, Anda bisa mendapatkan panduan yang tepat mengenai nutrisi dan stimulasi yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks