BANJARBARU — Puluhan petugas gabungan dari unsur kelurahan, Tim Penggerak PKK, Ketua RT/RW, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) turun ke titik-titik keramaian di Kecamatan Banjarbaru Selatan sejak pukul 08.00 WITA. Mereka menyasar pengendara roda dua, pengemudi mobil, serta pedagang yang tetap beraktivitas di luar ruangan.
Aksi serentak ini merupakan respons cepat pemerintah wilayah terhadap kabut asap yang kembali melanda Kota Banjarbaru akibat karhutla. Kondisi ini tidak hanya berdampak di lokasi kebakaran, tetapi juga menjangkau kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga.
Pembagian Masker Dipusatkan di Simpang Masjid
Salah satu titik pembagian terkonsentrasi di kawasan perempatan jalan depan Masjid Hidayatul Muhajirin, Kelurahan Guntung Paikat. Para relawan membagikan masker secara langsung kepada pengguna jalan yang melintas serta pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, menegaskan bahwa kegiatan ini berlangsung serempak di seluruh wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan, bukan hanya di kelurahannya.
“Pembagian masker gratis ini tidak hanya dilaksanakan di wilayah Kelurahan Guntung Paikat saja, tetapi digelar secara serempak di seluruh wilayah Kecamatan Banjarbaru Selatan,” ujarnya.
Melindungi Warga yang Tak Bisa Berhenti Beraktivitas
Gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah meski kualitas udara sedang tidak sehat. Bagi mereka, berhenti bekerja bukanlah pilihan, sehingga masker menjadi pelindung utama dari paparan asap.
Pembagian masker gratis ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri. Terlebih, kabut asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan seperti iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga memperparah penyakit paru kronis.
Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Dampak Karhutla
Penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada upaya pemadaman api di lapangan. Perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap menjadi bagian tak terpisahkan dari respons bencana ini.
Melalui pembagian masker gratis, pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama elemen masyarakat berupaya memastikan warga tetap mendapat perlindungan selama ancaman kabut asap masih terjadi. Kolaborasi lintas unsur ini menjadi contoh nyata bahwa penanganan bencana membutuhkan peran serta semua pihak, bukan hanya pemerintah.