Tim Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengandalkan tandon lipat portabel untuk menjamin pasokan air saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tegal Arum, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kondisi sumber air di lokasi disebut mulai mengkhawatirkan karena kemarau panjang tanpa hujan.
BANJARBARU — Personel gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menjaga unit tandon lipat portabel agar tetap terisi penuh di lokasi karhutla, Selasa. Air dari tandon dialirkan melalui selang bermesin pompa untuk menyemprot titik api sekaligus membasahi lahan gambut yang terbakar.
"Tandon ini sangat bermanfaat sebagai bak penampungan air untuk penyemprotan karhutla," kata Eko, petugas BKSDA Kalsel, di lokasi kejadian.
Pasokan Air Bergantung pada Aliran Sungai Kecil
Eko mengakui, hingga saat ini sumber air utama masih mengandalkan aliran sungai kecil di dekat area terbakar yang tak jauh dari Bandara Internasional Syamsudin Noor. Beberapa unit tangki dari BPBD Kalsel juga dikerahkan untuk mendistribusikan air yang diambil dari embung Guntung Damar dan embung area bandara.
Kekhawatiran utama tim di lapangan adalah ketersediaan air baku yang semakin menipis. "Kondisi sumber air cukup mengkhawatirkan karena sudah lama tidak ada hujan, semoga karhutla ini bisa dikendalikan sepenuhnya," ucapnya.
Tangki Portabel Jadi Andalan Operasi Manggala Agni
Kehadiran tangki air portabel dinilai krusial dalam mendukung operasi pemadaman yang selama ini dilakukan Manggala Agni di lapangan. Mobilitas unit ini memungkinkan petugas menjangkau titik api di area yang jauh dari sumber air permanen.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanggulangan karhutla di ring 1 bandara Banjarbaru meminta agar pembuatan sumur bor diperbanyak. Langkah itu dinilai penting sebagai solusi jangka panjang mengingat ancaman kekeringan yang diperparah fenomena El Nino.
Apa Langkah Selanjutnya?
Tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala di lahan gambut. Pembasahan dilakukan secara berkala hingga area yang terbakar dipastikan benar-benar padam.
Pewarta: Firman Editor: Mahdani