Pencarian

14.816 Titik Panas Terpantau di Kalimantan Selatan Hingga Agustus 2026, Walhi Soroti Tata Kelola Konsesi dan Gambut

Rabu, 26 Agustus 2026 • 08:46:31 WIB
14.816 Titik Panas Terpantau di Kalimantan Selatan Hingga Agustus 2026, Walhi Soroti Tata Kelola Konsesi dan Gambut
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/2026).

BANJARBARU — Data SiPongi mencatat 14.816 titik panas di Kalimantan Selatan sejak awal tahun hingga 23 Agustus 2026. Angka ini tersebar di sejumlah wilayah rawan kebakaran, dengan 405 titik muncul hanya selama Agustus, dan memaksa tujuh dari 13 kabupaten/kota menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung lokasi karhutla di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Minggu (23/8/26) siang. Lokasi kebakaran berada tepat di belakang permukiman warga Kompleks Perumahan Aero Sinergia.

Api di Gambut Sulit Dipadamkan, Bara Bertahan di Bawah Tanah

Raja Juli Antoni menyebut pemadaman karhutla di Banjarbaru bukan perkara mudah, terutama pada lahan gambut. Meski api di permukaan sudah padam, asap masih tetap terlihat karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

"Seperti yang teman-teman lihat, dari atas sudah padam. Dari bawah masih ada asap karena ini memang gambut. Secara teori, ini pembakaran tidak sempurna, hingga asapnya lebih banyak dan potensi timbul api lagi masih tetap banyak," katanya.

Fluktuasi titik panas terlihat nyata dalam sehari terakhir. Berdasarkan data SiPongi pada pukul 21.00 sehari sebelumnya, hotspot di Kalsel sempat turun jadi 11 titik dari 157 titik. Namun, data terbaru pukul 06.00 kembali menunjukkan peningkatan menjadi 44 titik.

"Artinya, sungguh tidak mudah memadamkan api. Karena itu, saya mohon sekali lagi kepada masyarakat yang masih memiliki tradisi land clearing dengan cara membakar, mohon jangan dilakukan lagi. Dampaknya luar biasa," ujarnya.

Walhi: 3.520 Hotspot dan 4.582 Hektar Lahan Terbakar dalam Tiga Bulan

Catatan Walhi Kalsel menunjukkan 3.520 hotspot terpantau melalui citra VIIRS NOAA-21 sepanjang 1 Mei hingga 12 Agustus 2026. Pada periode yang sama, luas karhutla di Kalsel mencapai 4.582 hektar hingga menimbulkan asap.

Lima daerah dengan hotspot terbanyak berdasarkan catatan Walhi Kalsel adalah Kabupaten Tapin dengan 543 titik, Tanah Laut 176 titik, Tabalong 168, Hulu Sungai Selatan 158, dan Banjar 111 titik.

M. Jefry Raharja dari Divisi Advokasi Walhi Kalsel menegaskan pemerintah tidak boleh hanya menangani api ketika sudah membesar. Kebijakan pencegahan dan mitigasi harus terarah pada penyebab utama kebakaran, terutama perubahan bentang alam dan tata kelola konsesi.

Korporasi Jadi Sorotan: Desakan Evaluasi Izin Konversi Gambut

Juru Kampanye Pantau Gambut, Putra Septian, menilai krisis karhutla yang berulang menunjukkan persoalan sistemik dalam tata kelola ekosistem gambut. Pemerintah diminta menghentikan kompromi perlindungan gambut atas nama pembangunan.

Menanggapi dugaan kebakaran di dalam konsesi perusahaan, Raja Juli Antoni menegaskan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu, baik terhadap individu maupun korporasi. "Perintah presiden jelas, tanpa pandang bulu, baik itu individu maupun korporasi kita akan ditindak secara tegas," katanya kepada Mongabay di Banjarbaru.

Saat ini, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum sudah memproses 42 kasus. Sebagian mendapat sanksi administratif, dan lainnya masuk proses hukum. Selain itu, ada sembilan tersangka dari kepolisian.

"Jadi, kita tidak pandang bulu. Siapapun yang melakukan pembakaran dengan cara sengaja yang merugikan masyarakat, akan ditindak," tegasnya.

El-Nino 2026 Disebut Mirip 2015, Pemerintah Siapkan Sumber Air

Raja Juli Antoni mengingatkan kondisi karhutla tahun ini dipengaruhi El-Nino yang cukup kuat dan hampir menyerupai kondisi 2015. "Dulu, 2,6 juta hektar lahan terbakar, dengan banyak orang terjangkit ISPA. Bandara ditutup, sekolah ditutup, pasar ditutup," katanya.

Pemerintah menambah dukungan operasi udara dengan satu helikopter water bombing yang datang dari Riau untuk memperkuat pemadaman di Kalsel. Selain itu, pemetaan sumber-sumber air, termasuk sumur bor, mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak kemarau.

Raja juga mengingatkan masyarakat agar tak sembarangan menggunakan api, termasuk dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran seperti rokok dan obat nyamuk. "Mohon hati-hati kepada masyarakat untuk tidak main api sembarangan," pungkasnya.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mongabay.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks