KOTABARU — Rombongan wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan digital diajak meninjau langsung tiga lokasi binaan yang menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat. Ketiganya adalah UMKM peternakan sapi perah, UMKM ecoprint “Godong Ayu”, dan TPS3R Rejo Lestari.
Pemilihan Goa Lowo sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Manajemen Indocement menyebut tempat itu bagian dari komitmen perusahaan mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mempromosikan potensi wisata lokal.
Produksi Susu Capai 15 Liter per Minggu
Salah satu program yang menarik perhatian adalah peternakan sapi perah binaan yang dikelola Iwanto. Ia menegaskan kualitas susu segar sangat bergantung pada konsistensi perawatan ternak.
Menurut Iwanto, ada tiga hal utama yang menjadi fokus pengelolaan: sanitasi kandang, pemenuhan nutrisi pakan, dan proses pemerahan yang higienis. Pendampingan dari Indocement disebutnya berjalan berkelanjutan, mulai dari pelatihan tata kelola usaha hingga dukungan sarana promosi.
Dokter hewan pendamping, drh. Budi, menambahkan capaian peternak binaan ini patut dibanggakan. Produksi 10 hingga 15 liter per minggu berhasil diolah menjadi susu dengan varian rasa cokelat, melon, dan original.
“Ini membuktikan bahwa peternak binaan Indocement mampu menguasai aspek hulu hingga hilir, mulai dari pemeliharaan ternak hingga penyajian produk olahan yang bernilai ekonomis,” ujar drh. Budi dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).
Ecoprint “Godong Ayu” dan Pengelolaan Sampah
Selain peternakan, rombongan juga menyambangi UMKM ecoprint “Godong Ayu” yang memproduksi kain bermotif alami. Usaha ini menjadi contoh bagaimana limbah organik dapat disulap menjadi produk bernilai jual tinggi.
Di lokasi ketiga, TPS3R Rejo Lestari, para wartawan melihat langsung mekanisme pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini tidak hanya menekankan aspek lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di tingkat desa.
Sinergi Media dan Perusahaan untuk Keberlanjutan
Kegiatan ini dihadiri perwakilan manajemen Indocement, Eva, Kepala Desa Tegalrejo, Ketua BUMDes, serta Ketua TPS3R. Kehadiran mereka mempertegas kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah desa dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Melalui forum ini, Indocement berharap informasi mengenai program keberlanjutan dan pengembangan UMKM binaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan tidak hanya lewat produk konstruksi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.