Pencarian

Dominasi Mercedes di F1 2026 Mulai Memudar? Ini Analisis Data Upgrade dan Gap Antar Tim

Selasa, 25 Agustus 2026 • 13:53:01 WIB
Dominasi Mercedes di F1 2026 Mulai Memudar? Ini Analisis Data Upgrade dan Gap Antar Tim
Kimi Antonelli memimpin klasemen pembalap Formula 1, sementara Lando Norris tertinggal 83 poin.

KALIMANTAN SELATAN — Kemenangan beruntun kedua Lando Norris di Zandvoort akhir pekan lalu bukan sekadar catatan manis bagi McLaren. Hasil itu mempertegas perubahan peta kekuatan di Formula 1, di mana Mercedes yang tampak tak tersentuh di awal musim mulai kehilangan dominasinya. Juara bertahan Max Verstappen bahkan harus merasakan pahitnya gagal finis di kandang sendiri usai kecelakaan berat di lap-lap awal.

Kimi Antonelli tetap memimpin klasemen pembalap, namun Norris kini hanya tertinggal 83 poin. Di sisi lain, empat kali juara dunia Verstappen justru gagal menambah poin dan semakin tercecer dari persaingan gelar.

Gap 0,489 Detik Menyusut Jadi 0,163 Detik

Data yang dihimpun BBC Sport menunjukkan gambaran jelas. Pada enam balapan pertama, mobil Mercedes rata-rata lebih cepat 0,453 detik dari McLaren dan 0,489 detik dari Ferrari. Namun sejak GP Kanada akhir Mei, keunggulan itu tergerus. Kini, kecepatan Mercedes hanya unggul 0,163 detik atas Ferrari dan 0,270 detik atas McLaren.

Red Bull juga menunjukkan tren serupa. Ketertinggalan mereka yang sempat mencapai 0,813 detik kini menyusut menjadi 0,353 detik. Artinya, paket mobil terbaik di grid mulai berimbang.

Faktor Utama: Mercedes Lebih Hemat Upgrade

Penyebabnya bukan misteri. Data upgrade dari FIA menunjukkan Mercedes hanya memasang 24 komponen baru sepanjang musim. Angka itu jauh di bawah Red Bull (37), McLaren (38), dan Ferrari (40). Bahkan Haas yang memiliki anggaran paling kecil pun tercatat membawa lebih banyak pengembangan ketimbang Mercedes.

Bos tim Mercedes, Toto Wolff, buka suara soal strategi ini. "Kami tidak punya uang untuk terus mengembangkan mobil. Kami mencoba membagi secara merata sepanjang musim berdasarkan perhitungan kapan kami bisa membawa upgrade terbesar dan mengoptimalkan poin kejuaraan. Tapi kami hanya bisa melakukan apa yang bisa kami lakukan," ujarnya.

Wolff juga mengisyaratkan bahwa rival mereka mungkin bermain dengan strategi berbeda. "Anda akan lihat bagaimana menjelang akhir musim, apakah mereka masih bisa mengerahkan banyak hal ke mobil seperti sekarang. Mungkin ada yang punya strategi berbeda dengan belanja lebih banyak di awal dan pertengahan tahun," tambahnya.

Fokus Pindah ke Upgrade Mobil 2027?

Kesimpulan yang paling masuk akal adalah Mercedes telah mengalokasikan anggaran lebih besar untuk desain dan produksi mobil musim ini sejak awal, atau mereka sengaja menyimpan dana untuk pengembangan besar berikutnya. Kemungkinan itu mengarah pada mobil untuk musim 2027 yang dijadwalkan meluncur di Grand Prix Bahrain awal Oktober.

Konsekuensinya mulai terasa. Kimi Antonelli dipastikan mendapat penalti grid di Italia pekan ini karena melewati batas pemakaian komponen mesin. George Russell juga akan menjalani hukuman serupa, kemungkinan besar di GP Azerbaijan.

Aston Martin dan Debut Mesin Spesifikasi Kedua Honda

Sementara itu, Honda memperkenalkan mesin 'spec two' yang dinanti di GP Belanda. Aston Martin juga membawa sayap depan dan diffuser baru. Tim berharap mesin baru ini bisa memangkas waktu putaran hingga 0,3-0,5 detik.

Hasilnya masih membingungkan. Fernando Alonso tampak kompetitif di beberapa sesi, namun secara kualifikasi ia justru lebih jauh dari pole position dibandingkan hasilnya di Hungaria. Alonso sempat berada di posisi ke-12 sebelum akhirnya tersingkir di sesi kualifikasi.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks