Pencarian

Karhutla Kalsel Belum Padam, Wamenko Hanif Ingatkan Debit Air Riam Kanan Terancam, PLTA 30 MW Jadi Sorotan

Selasa, 25 Agustus 2026 • 13:46:31 WIB
Karhutla Kalsel Belum Padam, Wamenko Hanif Ingatkan Debit Air Riam Kanan Terancam, PLTA 30 MW Jadi Sorotan
Wamenko Hanif Faisol Nurofiq menyoroti ancaman penurunan debit air Riam Kanan akibat karhutla di Kalimantan Selatan.

BANJARBARU — Perlombaan melawan waktu tengah berlangsung di Kalimantan Selatan. Di satu sisi, api masih berpotensi muncul dari lahan gambut; di sisi lain, cadangan air yang menjadi logistik utama pemadaman justru kian tertekan akibat musim kemarau.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut penurunan kondisi hidrologis imbas El Nino bisa mengganggu ketersediaan air. Padahal, kebutuhan air untuk membasahi lahan gambut sangat besar agar api tidak kembali menyala dari dalam tanah.

"Kalau logistik uangnya ada, tapi kalau logistik airnya enggak ada, ini susah sekali kita menanggulangi," ujarnya di Banjarbaru, Senin (24/8/2026).

Riam Kanan: Penopang Listrik hingga Air Minum Warga

Perhatian serius ditujukan ke kawasan Riam Kanan. Wilayah ini bukan sekadar sumber air untuk pemadaman, melainkan menopang kebutuhan vital masyarakat luas.

Dari data yang disampaikan Hanif, PLTA Riam Kanan berkontribusi sekitar 30 megawatt (MW) terhadap pasokan listrik. Selain itu, air dari kawasan ini juga dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, sektor perikanan, dan menjadi bahan baku utama intake PDAM bagi warga.

Ia menegaskan, penggunaan air untuk operasi pemadaman harus dihitung cermat agar tidak mengganggu fungsi strategis lainnya. "Riam Kanan selain berfungsi sebagai dam, ada PLTA yang berkontribusi 30 MW. Itu harus kalau nanti disesuaikan dan menjadi alternatif yang harus dipikirkan, maka itu harus penting disiapkan sekarang," jelas Hanif.

Pemprov Kalsel Segera Cek Kondisi Debit Air

Langkah lanjutan pun disiapkan. Pemerintah bersama tim dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan melakukan pengecekan langsung ke Riam Kanan.

Pengecekan ini bertujuan memastikan kondisi terkini debit air sekaligus menyiapkan langkah antisipasi. Hanif menekankan, hal ini harus tuntas sebelum logistik air semakin menipis.

"Ini harus selesai secepatnya sebelum logistik air semakin berkurang," katanya.

Fokus Pemadaman Dipercepat di Guntung Damar dan Liang Anggang

Di tengah ancaman tersebut, percepatan penanganan karhutla menjadi prioritas. Pemerintah mendorong pemadaman dan pembasahan lahan secara maksimal di kawasan Guntung Damar dan Liang Anggang.

Langkah ini diambil agar kebutuhan air untuk operasi pemadaman tidak semakin membengkak di tengah tekanan penurunan cadangan air. Patroli lapangan juga terus diperkuat untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Dengan kondisi ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan kini menghadapi dua ancaman sekaligus: api yang masih berpotensi merebak dan ketersediaan air yang terus menyusut.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banuatv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks