BANJARMASIN — Puluhan warga Kalimantan Selatan yang sedang menjalankan ibadah umrah melalui Travel Syakira Tour kini terkatung-katung di Jeddah. Mereka tidak bisa pulang karena pihak travel dinilai lalai membelikan tiket kepulangan, dan sudah empat hari para jemaah ini harus membiayai kebutuhan hidupnya sendiri di tanah suci.
Informasi yang dihimpun, rombongan yang terlantar ini terbagi dalam dua kelompok. Sebanyak 10 orang merupakan jemaah dari grup Tanjung dengan paket perjalanan 16 hari, sementara 28 orang lainnya berasal dari grup Barabai dengan paket 12 hari. Kabar ini pertama kali viral setelah salah seorang kerabat jemaah mengunggahnya di media sosial TikTok.
Jemaah Kehabisan Uang, Biaya Hidup di Jeddah Sangat Tinggi
Kondisi keuangan para jemaah disebut semakin menipis. Mereka bahkan sampai mengumpulkan dana bersama atau urunan hanya untuk bisa menyambung hidup di Jeddah.
"Kami urunan menyewa penginapan di Jeddah. Satu hari sekitar Rp 6 Juta. Makan juga mahal di sini. Kami sudah kehabisan uang," ungkap salah seorang jemaah, Rifani, dalam video yang beredar, Jumat (31/7/2026).
Rifani menuturkan, pihak travel sudah berulang kali dihubungi untuk menagih tanggung jawab, namun hingga kini tidak kunjung ada solusi. Ia juga mengaku sudah menghubungi Kemenhaj dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) untuk meminta bantuan, tetapi bantuan yang diterima, khususnya untuk kebutuhan jangka pendek seperti makan dan penginapan, belum ada.
Nasib 83 Jemaah Lain: Keberangkatan Ditunda, Setoran Rp 30,4 Juta per Orang
Masalah Travel Syakira Tour ternyata tidak hanya menimpa rombongan yang sudah berada di Arab Saudi. Beberapa hari sebelumnya, sebanyak 83 jemaah umrah asal Banjarmasin juga mengaku kecewa dan merasa tertipu karena keberangkatan mereka selalu ditunda-tunda.
Terakhir, mereka dijadwalkan berangkat pada 29 Juli 2026, namun jadwal itu hanya janji belaka. Padahal, setiap jemaah telah menyetor biaya sebesar Rp 30.400.000. Kini para jemaah yang belum berangkat tersebut menuntut pemilik travel untuk mengembalikan uang atau tetap memberangkatkan mereka.
Rifani juga menyampaikan, dari informasi yang diterimanya, travel tersebut rencananya akan dipanggil pihak Polda. Ia menyebut aset-aset travel yang ada tidak cukup untuk mengembalikan dana jemaah yang belum berangkat, dan pemiliknya juga tidak bisa mengajukan kredit ke bank.
"Apalagi jemaah yang belum bisa berangkat juga menggeruduk travelnya di Banjarmasin," kata Rifani.
Pesan Jemaah untuk Gubernur Kalsel
Di tengah kondisi yang semakin mendesak, para jemaah berharap ada campur tangan pemerintah daerah untuk membantu memulangkan mereka ke tanah air. "Mohon sampaikan informasi ini ke Bapak Gubernur," ucap Rifani dalam video yang tersebar tersebut.