Pencarian

PT SLS Beri Reward Rp10 Juta ke 9 Desa di Hulu Sungai Selatan yang Bebas Titik Api Selama Siaga Karhutla 2026

Kamis, 30 Juli 2026 • 21:31:31 WIB
PT SLS Beri Reward Rp10 Juta ke 9 Desa di Hulu Sungai Selatan yang Bebas Titik Api Selama Siaga Karhutla 2026
PT SLS memberikan reward Rp10 juta kepada sembilan desa di Hulu Sungai Selatan yang bebas titik api selama masa siaga karhutla 2026.

KANDANGAN — PT Surya Langgeng Sejahtera (SLS) memperbarui kerja sama dengan sembilan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di Hulu Sungai Selatan sebagai langkah antisipasi memasuki status darurat karhutla yang berlaku sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Dalam perjanjian itu, perusahaan menjanjikan reward Rp10 juta bagi desa yang berhasil mempertahankan wilayahnya tanpa hotspot selama periode siaga.

Insentif Bulanan dan Syarat Reward

Koordinator Safety, Health and Environment (SHE) PT SLS area Kalimantan Selatan, Maruto Bowono, mengatakan reward Rp10 juta diberikan khusus kepada KTPA yang desanya benar-benar bebas titik api. “Ya nantinya akan diberikan reward senilai Rp10 juta kepada KTPA, yang wilayah desanya tidak terdapat titik api selama masa siaga karhutla,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Antara.

Selain bonus akhir masa siaga, setiap KTPA yang bermitra juga mendapat biaya operasional pendukung sebesar Rp2 juta per bulan selama masa kerja sama. Dana itu diharapkan bisa menutupi kebutuhan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla di tingkat desa.

Sembilan Desa yang Ikut Program

MoU kali ini merupakan perpanjangan dari kerja sama tahun-tahun sebelumnya. Desa-desa yang terlibat meliputi Garunggang, Amparaya, Panjampang Bahagia, dan Pantai Ulin di Kecamatan Simpur, serta Kalumpang, Balanti, Karang Bulan, Bago Tanggul, dan Balimau di Kecamatan Kalumpang.

Penandatanganan dihadiri oleh perwakilan Camat Kalumpang dan Simpur, Kapolsek Simpur dan Kapolsek Kalumpang, perwakilan Danramil Simpur-Kalumpang, serta kepala desa dan ketua KTPA dari masing-masing desa.

Kesiapsiagaan Perusahaan Hadapi Darurat Karhutla

PT SLS tidak hanya menggandeng masyarakat. Maruto menegaskan pihaknya telah membentuk Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) dan memastikan sarana prasarana pemadaman sesuai standar, baik dari segi jumlah maupun spesifikasi. “Pada Tahun 2026 ini kita dari PT SLS seperti biasanya kembali memastikan kerjasama dengan KTPA terus terjalin. MoU salah satu langkah yang dijalankan dalam rangka memastikan kesiapan untuk menghadapi ancaman bencana Karhutla,” katanya.

Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar area konsesi untuk memperkuat sinergi penanggulangan karhutla. Status darurat karhutla yang ditetapkan Gubernur Kalimantan Selatan sejak 6 Juli hingga 31 Oktober menjadi dasar keseriusan langkah ini.

Harapan dari Forum Pimpinan Kecamatan

Seluruh forum pimpinan kecamatan di dua wilayah itu turut mendukung program ini. Mereka memberikan arahan, informasi, dan motivasi kepada KTPA agar kerja sama berjalan efektif hingga akhir masa siaga. Dengan insentif yang jelas, diharapkan partisipasi petani dalam mencegah kebakaran lahan meningkat, sekaligus menekan risiko bencana asap yang kerap melanda Kalsel saat musim kemarau.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks