Pencarian

5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Kalimantan Selatan yang Wajib Dikunjungi Pecinta Alam

Sabtu, 25 Juli 2026 • 18:02:31 WIB
5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Kalimantan Selatan yang Wajib Dikunjungi Pecinta Alam

Bentang alam Kalimantan Selatan yang didominasi Pegunungan Meratus menyimpan banyak jebakan air terjun dan danau tersembunyi. Kawasan ini jarang tersentuh pembangunan besar, sehingga ekosistemnya masih alami. Bagi perantau atau wisatawan yang bosan dengan keramaian Kota Banjarmasin, perjalanan satu hingga tiga jam ke selatan atau timur bisa menjadi alternatif.

Lima lokasi di bawah ini bukan sekadar tempat foto. Masing-masing punya karakter unik—ada yang butuh trekking setengah jam, ada yang bisa langsung dinikmati dari tepi jalan. Tidak semua tercantum di peta Google secara detail, jadi petunjuk warga sekitar menjadi kunci.

1. Air Terjun Riam Hanai, Loksado

Terletak di Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Riam Hanai adalah air terjun bertingkat dengan kolam alami berwarna hijau toska. Aliran sungai dari Pegunungan Meratus membuat airnya dingin sepanjang tahun. Akses dari pusat Loksado sekitar 30 menit jalan kaki menyusuri pematang sawah dan hutan sekunder.

Tidak ada tiket masuk resmi, hanya parkir sukarela. Waktu terbaik pagi hari antara pukul 07.00–10.00 agar cahaya masuk ke dasar air terjun. Bawalah sandal gunung karena jalur licin terutama setelah hujan.

2. Air Terjun Takapala, Tanah Bumbu

Berada di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Sumber Makmur, Kabupaten Tanah Bumbu, Takapala dikenal dengan tebing curam setinggi sekitar 30 meter. Berbeda dengan Riam Hanai, debit air Takapala lebih deras di musim hujan (November–Maret). Kolam di bawahnya cukup dalam untuk berenang, namun tidak disarankan saat arus kencang.

Jalan menuju lokasi sudah beraspal hingga area parkir. Dari sana, tinggal berjalan 10–15 menit. Bawalah peralatan renang dan sabun biodegradasi jika ingin mandi—tidak ada warung di sekitar.

3. Danau Barombai, Banjar

Danau ini terletak di Desa Barombai, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. Berbeda dari danau buatan, Barombai adalah danau karst alami yang dikelilingi tebing kapur. Airnya jernih kebiruan, dan sering digunakan warga untuk berenang serta memancing. Spot ini relatif sepi karena tidak banyak papan petunjuk.

Akses dari Martapura sekitar 45 menit. Jalanan terakhir berupa tanah merah yang licin saat hujan—disarankan menggunakan kendaraan roda dua atau high clearance. Tidak ada biaya masuk, hanya parkir sukarela Rp5.000–10.000 (cek saat berkunjung).

4. Goa Batu Hapu, Tapin

Goa Batu Hapu terletak di Desa Batu Hapu, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin. Goa ini memiliki lorong sepanjang sekitar 200 meter dengan stalaktit dan stalagmit yang masih aktif. Di dalamnya terdapat aliran sungai bawah tanah yang suaranya terdengar jelas. Lampu penerangan disediakan oleh pengelola desa.

Untuk masuk, pengunjung harus ditemani pemandu lokal. Waktu terbaik siang hari karena goa gelap dan lembap. Bawalah senter cadangan serta alas kaki anti-selip. Konon, goa ini pernah menjadi tempat persembunyian pada masa penjajahan.

5. Air Terjun Riam Kemuning, Loksado

Masih di kawasan Loksado, Air Terjun Riam Kemuning berada di Desa Hamalau. Ketinggiannya sekitar 15 meter dengan undakan batu yang membentuk kolam-kolam kecil. Dikelilingi hamparan bambu dan pohon kemuning—sesuai namanya. Lokasi ini lebih jarang dikunjungi dibanding Riam Hanai karena jalurnya lebih panjang.

Trekking memakan waktu 45–60 menit melewati perkebunan karet dan sungai kecil. Bawalah bekal minum dan makanan ringan. Tidak ada sinyal seluler di area air terjun. Pastikan pulang sebelum pukul 16.00 untuk menghindari senja di hutan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tempat-tempat ini gratis?
Tidak ada tiket masuk resmi di semua lokasi, tapi pengelola desa biasanya menerima sumbangan sukarela untuk parkir atau pemandu.

Kapan waktu terbaik berkunjung?
Musim kemarau (April–September) agar jalur tidak licin dan debit air tidak terlalu deras. Datang pagi hari pukul 07.00–09.00.

Akses kendaraan apa yang bisa digunakan?
Sebagian besar bisa dijangkau dengan motor atau mobil pribadi, kecuali jalur akhir ke Riam Kemuning yang butuh motor trail atau jalan kaki.

Apakah ada penginapan di dekat lokasi?
Di Loksada terdapat homestay sederhana, sementara di Tanah Bumbu dan Tapin lebih terbatas—disarankan menginap di kota terdekat.

Bagaimana cara mendapatkan pemandu?
Tanyakan kepada kepala desa atau warga setempat. Biasanya mereka yang bertugas di pos keamanan desa bisa membantu.

Lima destinasi ini hanyalah sebagian kecil dari kekayaan alam Kalimantan Selatan. Masih banyak air terjun, goa, dan danau yang belum dijamah sentuhan komersial. Sebelum berangkat, cek kondisi cuaca dan tanyakan pada penduduk lokal—informasi mereka sering kali lebih akurat daripada peta digital. Jika ingin pengalaman autentik, jangan ragu untuk menjelajah lebih dalam ke Pegunungan Meratus.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks