Pencarian

Pemprov Kalsel Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Kemarau 2026, Bupati HSU Ikut Apel Kesiapsiagaan Karhutla

Selasa, 07 Juli 2026 • 07:49:21 WIB
Pemprov Kalsel Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Kemarau 2026, Bupati HSU Ikut Apel Kesiapsiagaan Karhutla
Gubernur Kalsel Muhidin memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Banjarbaru, Senin (6/7).

BANJARBARU — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memperingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peringatan itu disampaikan saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Banjarbaru, Senin (6/7).

Apel ini menjadi penanda dimulainya fase kesiapsiagaan penuh. Seluruh daerah diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Hadir dalam apel tersebut Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan.

Bupati HSU Perkuat Sinergi dengan Pemprov

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Sahrujani turut hadir dalam apel tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten HSU dalam memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Dalam forum itu, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa pengendalian Karhutla berada di bawah satu komando Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. BPBD Provinsi Kalsel ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan.

Instruksi Gubernur: Patroli Terpadu dan Deteksi Dini Diperkuat

"Kepada seluruh Satgas, saya meminta agar siap siaga penuh, meningkatkan patroli terpadu, memperkuat deteksi dini titik panas, serta mempercepat langkah-langkah penanganan apabila terjadi kebakaran," tegas Muhidin dalam amanatnya.

Gubernur juga meminta seluruh personel, peralatan, dan sarana pendukung dipastikan dalam kondisi siap operasional. Hal ini agar tim dapat bergerak cepat begitu kebakaran terdeteksi.

"Mari kita bekerja sepenuh hati, karena kesiapsiagaan hari ini merupakan bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat dan lingkungan Kalimantan Selatan," ujarnya.

Rakor Bahas Strategi Pencegahan dan Penanganan Cepat

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi. Rapat membahas strategi pencegahan, deteksi dini, penanganan cepat, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Sinergi antarlembaga diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan. Dengan begitu, dampak terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah dapat ditekan semaksimal mungkin.

Follow kabarkapuas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks