KALIMANTAN SELATAN — Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Prancis yang sejauh ini tampil gemilang. Namun, Paraguay datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Jerman melalui adu penalti di babak 32 besar. Kemenangan itu membuktikan status mereka sebagai kuda hitam yang layak diperhitungkan.
Rekam Jejak Tantashev: Fisik Ketat, Kontroversi Penalti
Ini menjadi pertandingan ketiga bagi Tantashev di Piala Dunia edisi ini. Sebelumnya, ia memimpin laga Skotlandia vs Maroko yang berakhir 1-0 dan pertandingan sengit Aljazair vs Austria yang imbang 3-3.
Yang menarik perhatian adalah keputusannya saat memimpin laga Skotlandia. Tim asuhan Steve Clarke merasa dirugikan karena tidak mendapatkan hadiah penalti. Analis wasit ITV, Christina Unkel, menilai Tantashev memiliki standar kontak fisik yang lebih tinggi untuk meniup peluit. “Ia dikenal dengan level kontak fisik yang lebih tinggi untuk bisa dianggap sebagai pelanggaran,” ujar Unkel.
Duel di Philadelphia: Venue Bersejarah dan Taruhan ke Perempat Final
Lincoln Financial Field dipilih sebagai lokasi pertandingan yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS yang ditandatangani di Philadelphia. Pemenang laga ini melaju ke perempat final dan bertemu pemenang duel Kanada vs Maroko yang sudah berakhir lebih dulu.
Jalur selanjutnya terbuka lebar. Tim yang lolos berpotensi menghadapi salah satu dari Portugal, Spanyol, Amerika Serikat, atau Belgia. Kylian Mbappe, yang tengah bersaing memperebutkan Sepatu Emas, menjadi andalan utama lini depan Prancis untuk membongkar pertahanan Paraguay.
Komposisi Ofisial: Dua Rekan Senegara di Garis, VAR dari Chile
Tantashev dibantu dua asisten dari Uzbekistan, Andrey Tsapenko dan Timur Gaynullin. Wasit keempat adalah Abdulrahman Al-Jassim asal Qatar, dengan Taleb Al-Marri sebagai ofisial cadangan.
Untuk teknologi Video Assistant Referee (VAR), Juan Lara dari Chile memimpin booth. Ia dibantu oleh Marco Di Bello (Italia) dan Joe Dickerson (Amerika Serikat). Paraguay tentu berharap tidak ada kartu merah lagi yang menghantam skuad mereka seperti di laga-laga sebelumnya.