Pencarian

Disdikbud Kalsel Tetapkan 334 SMA dan SMK sebagai Sekolah Inklusif, 500 Guru Dibekali Pelatihan Khusus

Rabu, 17 Juni 2026 • 22:58:31 WIB
Disdikbud Kalsel Tetapkan 334 SMA dan SMK sebagai Sekolah Inklusif, 500 Guru Dibekali Pelatihan Khusus
Disdikbud Kalsel tetapkan 334 SMA dan SMK sebagai sekolah inklusif untuk peserta didik berkebutuhan khusus.

BANJARBARU — Sebanyak 304 peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) kini tercatat tersebar di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Selatan. Mereka terlayani setelah Disdikbud Kalsel memperluas jaringan sekolah inklusif ke seluruh kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Pendidikan Kalsel H. Abdul Rahim mengungkapkan, dari total 334 sekolah yang ditetapkan, 207 di antaranya adalah SMA dan 127 SMK. "Perkembangan pendidikan inklusif di Kalsel menunjukkan hasil positif," ujarnya di Banjarbaru, Rabu.

Belajar dari Daerah Terpencil

Fokus program tidak hanya berhenti di perkotaan. Disdikbud Kalsel mengagendakan penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan pemanfaatan teknologi untuk pendampingan jarak jauh. Langkah ini khusus menyasar daerah terpencil dan pedesaan yang selama ini sulit dijangkau.

Kebijakan ini sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Selatan yang mengusung tagline "Bekerja Bersama, Merangkul Semua". Penghapusan diskriminasi di lingkungan sekolah, pemenuhan hak belajar, dan penguatan fasilitas ramah disabilitas menjadi prioritas.

500 Guru Ikuti Bimbingan Teknis

Sektor peningkatan kompetensi guru menjadi perhatian utama. Sekitar 500 guru di Kalimantan Selatan telah mendapatkan pembekalan intensif melalui pelatihan khusus dan bimbingan teknis. Pemerataan kompetensi guru masih menjadi tantangan, begitu pula keterbatasan tenaga pendidik khusus.

Pemenuhan sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap. Tidak hanya akses fisik seperti ramp dan toilet ramah disabilitas, tetapi juga akses terhadap media pembelajaran dan teknologi pendukung.

Stigma yang Mulai Luntur

Abdul Rahim mengakui, stigma terhadap peserta didik berkebutuhan khusus masih ada di sebagian masyarakat. "Kami ingin menekankan tidak ada lagi dikotomi antara sekolah yang baik atau buruk. Semua sekolah sama, menerapkan kurikulum yang sama, dan mengajarkan mata pelajaran yang setara," tegasnya.

Disdikbud Kalsel menyebut tiga aspek utama yang terus didorong: perluasan akses, peningkatan mutu layanan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Harapannya, kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik di seluruh pelosok Kalsel.

Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks