BANJARBARU — Libur panjang selama satu bulan membuat ritme kehidupan asrama para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru sempat kendur. Untuk mengatasinya, sekolah rintisan di Kalimantan Selatan ini menggandeng Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dalam masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Kepala SRT 9 Banjarbaru Rifki Hakim mengatakan pendampingan dari Taruna Akpol berlangsung pada 3–7 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penugasan kementerian untuk MPLS yang berlangsung serentak di seluruh Sekolah Rakyat.
Para siswa tidak langsung mengikuti MPLS. Mereka diminta datang lebih awal, tepatnya pada 29 Juli 2026, atau dua hari sebelum jadwal resmi pembukaan kegiatan dimulai.
Kesemaptaan Jadi Tahap Awal Pemulihan Fisik dan Mental
Rifki menjelaskan, siswa menjalani kesemaptaan sebagai langkah pertama penyegaran fisik dan mental. Tujuannya membangun kembali kebiasaan disiplin serta kesiapan mengikuti aktivitas berasrama setelah cukup lama berada di lingkungan keluarga.
"Kami mendatangkan siswa lebih awal pada 29 Juli 2026 atau dua hari sebelum jadwal resmi MPLS di sekolah rintisan, tujuannya agar peserta didik memiliki waktu memulihkan ritme kehidupan berasrama sebelum mengikuti pembukaan MPLS dan kegiatan pembelajaran," ujarnya.
Dalam pembinaan tersebut, Taruna Akpol memberikan materi berupa latihan baris-berbaris, penanaman kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, hingga penguatan karakter. Semua materi diarahkan agar siswa kembali terbiasa dengan tata kehidupan di lingkungan asrama.
BNN dan Lembaga Perlindungan Anak Ikut Mengisi MPLS
Pekan MPLS tidak hanya diisi oleh pembinaan dari Taruna Akpol. Sekolah turut menghadirkan sejumlah pihak eksternal untuk memperkuat wawasan peserta didik.
Sosialisasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN), lembaga perlindungan anak, dan beberapa instansi lain dilibatkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan menyasar penguatan karakter dan wawasan siswa.
Menurut Rifki, seluruh rangkaian MPLS diarahkan pada penyesuaian kembali pola hidup berasrama. Kegiatan belajar mengajar secara penuh baru akan dimulai pada awal semester setelah masa adaptasi selesai.
Fondasi Adaptasi Penentu Keberhasilan Satu Tahun Ajaran
Rifki menilai proses adaptasi menjadi fondasi penting bagi para siswa. Keberhasilan mereka kembali beradaptasi dengan kehidupan asrama akan mempengaruhi kesiapan mengikuti pembelajaran sekaligus pembinaan karakter selama satu tahun ajaran ke depan.
"Kami berharap pendampingan Taruna Akpol mampu memperkuat disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian siswa sehingga seluruh peserta didik siap menjalani pendidikan berasrama serta mengikuti proses pembelajaran secara optimal sejak awal tahun ajaran baru," kata Rifki.
SRT 9 Banjarbaru merupakan sekolah rintisan yang menerapkan sistem berasrama bagi para siswanya. Pendekatan ini dirancang untuk membentuk karakter disiplin dan kemandirian secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek akademik.