KOTABARU — Lima personel rescue dari Pos SAR Kotabaru dikerahkan menggunakan Rescue Car Hilux dan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk mencari nelayan yang hilang di Perairan Senakin. Tim tiba di lokasi pada pukul 14.45 WITA setelah laporan diterima dari Polair Kotabaru.
Kronologi: Rekan Korban Selamat, Langsung Laporkan ke Polair
Peristiwa bermula saat M dan rekannya tengah menangkap ikan di Perairan Senakin. Cuaca yang semula cerah tiba-tiba berubah buruk. Petir menyambar kapal mereka, membuat keduanya terpental ke laut.
Rekan korban berhasil memanjat kembali ke kapal dan langsung melaporkan insiden tersebut ke Polair Kotabaru. Laporan itu kemudian diteruskan ke Pos SAR Kotabaru untuk tindakan pencarian.
Pencarian Diperluas Berdasarkan Analisis Arus Laut
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan tim terus menyisir area sekitar dan memperluas cakupan pencarian. Metode penyisiran di permukaan air serta pemantauan visual dioptimalkan.
“Setelah menerima laporan, tim rescue segera kami kerahkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian. Saat ini korban masih dalam pencarian dan seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya secara maksimal,” ujarnya.
Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah pada Minggu malam, mendukung jalannya operasi. Tim juga membawa peralatan water rescue, perlengkapan selam, dan perangkat komunikasi untuk mendukung pencarian.
Imbauan untuk Nelayan: Cek Cuaca Sebelum Melaut
Putu mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di perairan. “Apabila terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” katanya.
Operasi pencarian terhadap M masih berlangsung hingga Minggu malam. Tim SAR gabungan berkoordinasi dengan Polair Kotabaru, BPBD Kotabaru, dan nelayan setempat untuk mempercepat proses penemuan korban.