KALIMANTAN SELATAN — Proses perizinan memasuki Amerika Serikat menjadi drama tersendiri bagi Timnas Iran menjelang Piala Dunia 2026. Dari 15 perwakilan yang semula ditolak, hanya empat orang yang akhirnya berhasil memperoleh visa setelah mengajukan banding di Kedutaan Besar AS di Meksiko.
Empat Staf Teknis Lolos, Petinggi Federasi Masih Dicekal
Keempat orang yang berhasil mendapatkan izin masuk AS adalah anggota staf teknis tim, termasuk seorang analis, serta dua perwakilan dari departemen internasional federasi. Mereka dianggap esensial untuk persiapan teknis tim di lapangan.
Namun, 11 perwakilan lain masih harus gigit jari. Presiden FFIRI Mehdi Taj, satu wakil presiden federasi, dua administrator tim yang mengurusi operasional, media officer, dan petugas keamanan termasuk dalam daftar yang tetap ditolak. Satu media officer lainnya memilih tidak mengajukan permohonan ulang setelah sebelumnya ditolak.
Markas Pindah ke Meksiko, Enam Pemohon Lain Kembali Ditolak
Kebuntuan akses ini memaksa Iran memindahkan markas persiapan dari AS ke Meksiko. Di negara tetangga itulah 10 perwakilan mengajukan permohonan visa lagi, namun hanya empat yang dikabulkan. Enam pemohon lainnya kembali ditolak tanpa penjelasan detail.
Kegagalan ini membuat Team Melli belum bisa membawa seluruh elemen pendukungnya ke AS, yang menjadi tuan rumah tiga pertandingan Grup G. Iran dijadwalkan melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru di California dan Seattle pada 16-27 Mei mendatang.
Dampak Operasional: Persiapan Tim Terhambat
Tanpa kehadiran petinggi federasi dan sejumlah staf kunci, koordinasi logistik dan administrasi tim berpotensi terganggu. Media officer yang dicekal juga berarti kendali komunikasi publik selama turnamen berada di tangan personel yang lebih sedikit.
Belum ada pernyataan resmi dari FFIRI mengenai langkah hukum atau diplomatik selanjutnya. Situasi ini menjadi ironi di tengah upaya Iran tampil kompetitif di ajang sepak bola paling bergengsi dunia.