KALIMANTAN SELATAN — Kabar kurang sedap datang bagi para pemilik motor bergaya Italia di Tanah Air. PT Ducati Indonesia melalui kanal media sosial resminya mengumumkan penyesuaian harga suku cadang yang cukup signifikan. Keputusan ini sudah berlaku sejak awal pekan ini dan langsung berdampak pada biaya perawatan kendaraan premium tersebut.
Dampak Rupiah Loyo ke Biaya Impor Komponen
Dalam pengumuman resminya, Ducati Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan harga ini tidak bisa dihindari. Penyebab utamanya adalah kondisi ekonomi global yang membuat rantai pasok terganggu, ditambah dengan nilai tukar rupiah yang terus terpuruk.
"Penyesuaian ini merupakan dampak dari kondisi ekonomi global yang mempengaruhi rantai pasok suku cadang, serta pelemahan nilai tukar uang saat ini yang berdampak langsung pada biaya pengadaan barang impor," tulis manajemen Ducati Indonesia, dikutip Selasa (9/6).
Sepanjang pekan lalu, rupiah memang menunjukkan performa yang kurang bersahabat. Kurs dolar AS sempat menyentuh level Rp 18.160, menjadikannya salah satu yang terlemah dalam beberapa tahun terakhir. Bagi ATPM yang mayoritas komponennya masih didatangkan langsung dari luar negeri, fluktuasi kurs menjadi faktor yang paling krusial.
Komponen Lama di Gudang Masih Bisa Ditebus dengan Harga Lama
Kabar baiknya, kenaikan 20 persen ini tidak serta-merta menyapu semua stok yang ada. Ducati Indonesia memberikan masa tenggang bagi konsumen yang ingin melakukan servis atau perbaikan. Seluruh komponen yang sudah berada di gudang dan tercatat sebagai stok lama masih bisa dibeli dengan harga sebelum penyesuaian.
"Harga lama masih berlaku untuk stok yang tersedia hari ini. Pesan sekarang dan hemat lebih banyak," imbau mereka dalam pernyataan resmi yang ditujukan kepada seluruh Ducatisti Indonesia.
Strategi ini lazim diterapkan oleh ATPM untuk meredam kejutan harga di bengkel resmi. Konsumen yang kebetulan membutuhkan penggantian komponen dalam waktu dekat disarankan untuk segera melakukan pembelian sebelum stok lama habis.
Kenaikan Terpisah dari Penyesuaian Harga Sebelumnya
Ducati Indonesia juga menegaskan bahwa kenaikan 20 persen ini bersifat independen dan tidak terkait dengan penyesuaian harga yang sudah lebih dulu diberlakukan. Artinya, pemilik motor Ducati harus bersiap dengan total biaya kepemilikan yang lebih tinggi jika tren pelemahan rupiah masih berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Bagi konsumen yang memiliki unit Ducati dan sedang dalam masa perawatan rutin, ada baiknya berkonsultasi langsung dengan bengkel resmi terdekat. Pastikan untuk menanyakan status ketersediaan stok komponen yang dibutuhkan agar bisa memanfaatkan harga lama selama persediaan masih ada.