KALIMANTAN SELATAN — Keputusan Liverpool memecat Arne Slot pada Sabtu lalu langsung diikuti gerakan cepat manajemen. Hanya dalam hitungan hari, Andoni Iraola dikontrak dua musim untuk mengisi kursi panas Anfield. Pelatih asal Spanyol itu datang setelah membawa Bournemouth finis di peringkat keenam Premier League—prestasi terbaik dalam sejarah klub yang sekaligus mengantar mereka ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.
Optimisme di Tengah Keraguan: Gaya Bermain Agresif Jadi Jualan Utama
Danny Murphy, yang kini menjadi pengamat BBC Sport dan Match of the Day, mengaku antusias dengan kedatangan Iraola. "Setelah melihat bagaimana Bournemouth bermain, tidak ada alasan untuk berpikir dia tidak akan mencoba hal yang sama di Liverpool—berani, menekan dengan energi tinggi, dan menyerang," ujar Murphy.
Menurutnya, suporter Liverpool sudah jenuh dengan pendekatan Slot musim lalu. "Ketika basis fans mulai kecewa dengan pelatih dan gaya bermainnya, Anda hanya menunda sesuatu yang sudah pasti. Saya percaya Liverpool kini berada di posisi yang lebih baik," tambahnya.
Dua Kekhawatiran: Ukuran Klub dan Intensitas Fisik
Meski optimistis, Murphy mengakui ada dua hal yang perlu diwaspadai. Pertama, Iraola belum pernah menangani klub sebesar Liverpool. "Dia akan sedikit terkejut dengan seberapa intrusifnya hidupnya nanti. Semua yang dia lakukan akan diawasi, lokal maupun global," kata Murphy.
Kedua, apakah skuad Liverpool saat ini mampu menjalankan sepak bola berintensitas tinggi setiap tiga hari? "Kami melihat bagaimana tim Jurgen Klopp bermain dengan full-back agresif, dinamika lini tengah, dan kerja keras para penyerang. Sulit membayangkan hal itu tercipta dengan pemain yang ada sekarang. Skuad ini kekurangan 'kaki cepat' dan dinamisme," jelasnya. Murphy menegaskan bursa transfer musim panas menjadi krusial.
Suporter: Campur Aduk, Tapi Akhirnya Bersemangat Lagi
Reaksi fans Liverpool pun terbelah. Peter Bolster dari podcast Spion Kop mengaku terkejut dengan antusiasmenya sendiri. "Sebagian besar musim lalu saya tidak bersemangat menonton Liverpool. Saya tidak antusias pergi ke Anfield. Tapi sekarang, apa pun yang terjadi, saya bersemangat," katanya.
Namun, suporter lain seperti Ian Walker masih menyimpan kekhawatiran. "Gaya bermain buruk musim lalu harus segera diubah. Tapi peran ini terbukti terlalu berat bagi sebagian pelatih—entah soal hasil konsisten atau tekanan media dan fans. Saya masih ingat Roy Hodgson meremas wajahnya di bangku cadangan. Bahkan Klopp harus berhenti setelah sukses besar. Semoga beruntung untuk Iraola," ujarnya.
Ste Plunkett dari The Redmen TV menilai Iraola adalah kandidat yang paling cocok secara filosofi. "Dari kumpulan pelatih yang tersedia, ini jelas pas secara gaya. Masalahnya, kami harus membangun skuad untuk pelatihnya—dan itu tidak terjadi musim lalu," pungkasnya.