KALIMANTAN SELATAN — Motor1 pertama kali mendeteksi kesalahan ini dan langsung mengkritik desain kaos tersebut. Dalam gambar yang beredar, sebuah truk pikap dengan gril khas Ram dipajang di depan bendera Amerika Serikat—yang jumlah bintangnya salah. Namun, masalah yang lebih fatal adalah profil kendaraan itu sendiri yang jelas-jelas bukan Ram, melainkan Toyota Tacoma model 2019 dengan beberapa modifikasi gril.
Perbedaan Desain yang Tak Tertukar: Ram vs Toyota Tacoma
Bagi penggemar otomotif sejati, perbedaan Ram 1500 dan Toyota Tacoma sangatlah jelas. Ram 1500, terutama model terbaru seperti Rumble Bee 392, memiliki lampu utama persegi panjang yang meruncing ke arah tengah dan lampu kabut berbentuk kotak. Desainnya lebih berotot dan mencolok.
Sebaliknya, Toyota Tacoma 2019 di kaos tersebut mengusung lampu proyektor bulat untuk low beam dan lampu kabut bundar. Gril heksagonalnya terpisah dari rumah lampu utama. Garis samping Tacoma juga memiliki lekukan Hofmeister kink yang lebih jelas di kaca samping belakang. Semua elemen ini adalah ciri khas Tacoma yang tidak dimiliki Ram. Ironisnya, AI justru memilih generasi Tacoma yang paling mudah dibedakan dari Ram.
Teori Alternatif: Bisakah Ram Mendaur Ulang Tacoma?
Di tengah kegaduhan ini, muncul spekulasi yang lebih liar. Stellantis diketahui tengah bersiap meluncurkan 11 model baru hingga 2030, termasuk kembalinya pikap medium Dakota. Salah satu cara untuk mempercepat pengembangan adalah melisensi platform pikap yang sudah ada.
Teori ini bukannya tanpa dasar. Toyota memiliki sejarah kolaborasi dengan pabrikan lain, seperti Supra yang berbagi platform dengan BMW Z4, atau Toyobaru twins bersama Subaru. Stellantis pun pernah melakukannya dengan mengubah Mazda Miata menjadi Fiat 124 Spyder. Namun, skenario Ram "meminjam" Tacoma generasi lama untuk dijual dengan harga lebih murah sangat kecil kemungkinannya. Toyota hampir pasti tidak akan menciptakan kompetitor baru untuk produknya sendiri.
Lebih Masuk Akal: Kecerobohan AI atau Marketing yang Gagal?
Penjelasan paling masuk akal adalah kelalaian internal. Ini bukan pertama kalinya divisi di bawah Stellantis ketahuan menggunakan konten buatan AI secara asal-asalan. Sebelumnya, Dodge juga tertangkap memposting gambar hasil AI dari mobil mereka sendiri yang penuh dengan anomali desain.
Alih-alih menjadi bocoran produk rahasia, kaos "Ram Power" ini lebih mirip dengan tren "AI slop"—konten murahan hasil generatif yang tidak melalui kurasi manusia. Ram akhirnya menarik produk tersebut dari toko online mereka setelah kritik meluas. Pelajaran berharganya: untuk urusan desain, biarlah manusia yang memegang kendali—setidaknya sampai AI bisa membedakan antara truk buatan Detroit dan truk buatan Jepang.