Pencarian

Strategi Elektrifikasi Lamborghini Berubah: Lanzador dan Urus EV Batal, Beralih ke PHEV

Jumat, 29 Mei 2026 • 23:45:01 WIB
Strategi Elektrifikasi Lamborghini Berubah: Lanzador dan Urus EV Batal, Beralih ke PHEV
CEO Lamborghini Stephan Winkelmann mengumumkan perubahan strategi elektrifikasi dari EV murni ke plug-in hybrid.

KALIMANTAN SELATAN — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, dalam wawancara dengan CNBC. Menurut Winkelmann, pergeseran strategi dari mobil listrik murni ke PHEV adalah langkah yang paling tepat bagi perusahaan. “Keputusan kami untuk beralih dari mesin pembakaran internal tradisional ke plug-in hybrid adalah keputusan yang sangat penting bagi kami, dan itu berhasil,” ujarnya.

Alasan di Balik Pembatalan Lanzador dan Urus EV

Keputusan ini bukanlah hal yang mendadak. Pada Februari lalu, Winkelmann sudah memberi sinyal kepada Sunday Times bahwa dua proyek elektrifikasi tersebut dihentikan sementara. Alasannya, kurva penerimaan atau “acceptance curve” untuk mobil listrik di kalangan basis pelanggan Lamborghini mendekati titik nol. “Dengan mengamati pasar, kami melihat bahwa kurva penerimaan untuk tipe pelanggan kami tidak meningkat, dan oleh karena itu kami memutuskan untuk menjauh dari mobil listrik murni ke plug-in hybrid,” tambah Winkelmann.

Lanzador Tetap Hadir, Tapi Bukan sebagai EV Murni

Lanzador sendiri pertama kali diperkenalkan sebagai konsep pada Agustus 2023. Model ini digadang-gadang menjadi Lamborghini listrik pertama yang akan meluncur pada 2028, dengan tenaga mencapai 1.360 PS (1.341 hp) dari sistem dual-motor. Namun, sesuai strategi baru, Lanzador tetap akan masuk jalur produksi, tetapi bukan sebagai EV murni melainkan sebagai plug-in hybrid (PHEV).

Keputusan serupa juga berlaku untuk rencana penerus listrik dari SUV Urus. Model yang semula dijadwalkan debut pada 2029 itu kini tidak akan hadir dalam versi full elektrik. Saat ini, lini produk Lamborghini sudah didominasi PHEV, seperti Temerario (penerus Huracan) dan Revuelto (penerus Aventador). Urus sendiri juga sudah memiliki varian PHEV, yaitu Urus SE yang diperkenalkan pada April 2024.

Menimbang Langkah Kompetitor: Strategi Berbeda dengan Ferrari

Winkelmann enggan berkomentar langsung mengenai langkah Ferrari yang baru saja meluncurkan mobil listrik perdananya, Ferrari Luce. Namun, ia menegaskan bahwa setiap merek memiliki strateginya masing-masing. “Kami tidak berbicara tentang kompetitor kami, tetapi setiap orang memiliki strateginya sendiri,” ucap Winkelmann dalam wawancara yang sama.

Pergeseran strategi Lamborghini ini menunjukkan realitas pasar mobil super mewah yang masih enggan beralih total ke baterai. Alih-alih memaksakan diri masuk ke segmen EV yang belum matang bagi basis pelanggannya, Lamborghini memilih jalur hibrida sebagai jembatan transisi yang lebih realistis. Langkah ini juga memungkinkan mereka tetap mempertahankan karakter mesin V12 dan V10 yang menjadi ciri khas, meski kini sudah dibantu motor listrik.

Bagikan
Sumber: paultan.org

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks