BANJARMASIN — Senyum penerima kurban menjadi pemandangan yang menghangatkan di balik proses pemotongan dan distribusi hewan kurban PLN UID Kalselteng. Program tahunan ini menjangkau titik-titik yang biasanya sulit diakses oleh lembaga sosial lain.
32 Ekor Sapi untuk 32 Titik Distribusi
PLN UID Kalselteng memotong 32 ekor sapi yang tersebar di 32 lokasi berbeda. Hewan kurban itu tidak hanya dibagikan di halaman kantor PLN, tetapi juga di lingkungan pembangkit listrik dan desa-desa binaan.
“Kami ingin memastikan daging kurban sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan, termasuk warga di pelosok yang jarang tersentuh,” ujar General Manager PLN UID Kalselteng, Ahmad Syauki, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Distribusi Door-to-Door: Menjemput Senyum Warga
Berbeda dengan pembagian kurban pada umumnya yang dilakukan di satu titik, petugas PLN justru mendatangi langsung rumah-rumah warga. Metode ini dipilih untuk menghindari kerumunan dan memastikan daging tetap segar sampai ke dapur penerima.
Di Kecamatan Banjarmasin Utara, seorang penerima bernama Fatimah (62) tak kuasa menahan haru saat petugas menyerahkan bungkusan daging sapi. “Biasanya saya beli daging setahun sekali. Tahun ini dapat kiriman langsung, rasanya senang sekali,” katanya.
Mengapa Warga Dusun Terpencil Jadi Prioritas?
PLN UID Kalselteng mencatat, sebagian besar penerima adalah warga yang tinggal di sekitar infrastruktur kelistrikan, seperti Gardu Induk dan pembangkit. Mereka adalah komunitas yang secara langsung mendukung operasional listrik di wilayah Kalselteng.
“Ini bentuk apresiasi kami. Tanpa dukungan warga, listrik tidak bisa sampai ke rumah-rumah. Idul Adha jadi momen tepat untuk berbagi,” tambah Ahmad Syauki.
Rangkaian Kegiatan: Dari Pemotongan hingga Doa Bersama
Proses kurban berlangsung sejak pagi hari setelah Salat Id. Hewan disembelih di rumah potong hewan (RPH) yang telah bekerja sama dengan PLN, kemudian daging dikemas dalam kantong khusus. Sebelum didistribusikan, tim internal PLN menggelar doa bersama di masing-masing unit.
Selain daging sapi, PLN juga menyalurkan paket sembako kepada 1.200 keluarga prasejahtera di sekitar lokasi operasional. Bantuan itu terdiri dari beras, minyak goreng, gula, dan sirup.
Apa yang Berbeda dari Kurban Tahun Lalu?
Tahun ini, PLN UID Kalselteng menambah jumlah hewan kurban 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan warga pasca-pandemi yang belum sepenuhnya pulih secara ekonomi.
“Kami melihat antusiasme warga tinggi. Banyak yang belum sempat membeli daging karena harga masih tinggi. Karena itu, kami tambah kuota sapi,” jelas Ahmad Syauki.
Distribusi daging kurban rampung pada hari kedua Idul Adha. Petugas memastikan tidak ada daging yang tersisa atau terbuang.