AMUNTAI — Bukan hanya sampah rumah tangga, petugas Dinas PUPR HSU mendapati kursi dan televisi rusak telah menghambat aliran air di saluran drainase utama yang melintasi jantung Kota Amuntai. Temuan ini menjadi salah satu titik kritis dalam pemetaan yang dilakukan untuk mengurai persoalan genangan yang sudah berlangsung lama.
Kepala Dinas PUPR HSU, melalui tim teknis di lapangan, menyebut barang-barang berukuran besar itu diduga sengaja dibuang atau hanyut terbawa arus saat hujan deras. Akumulasi sampah dan benda padat di saluran primer itu membuat kapasitas aliran air berkurang drastis.
Proses Pemetaan: Menyusuri Saluran Primer dari Hulu ke Hilir
Tim pemetaan bergerak menyusuri titik-titik rawan genangan di kawasan Pasar Amuntai dan sekitarnya. Mereka mendokumentasikan setiap titik sumbatan, mengukur dimensi saluran, serta mencatat material penghambat yang ditemukan.
Dari hasil penelusuran, selain sampah rumah tangga, ditemukan pula potongan kayu, ban bekas, dan rangkaian besi yang menyangkut di gorong-gorong. Temuan televisi dan kursi di salah satu titik menjadi bukti bahwa pembuangan limbah besar masih menjadi masalah serius.
Apa Langkah Selanjutnya? Normalisasi dan Edukasi Warga
Pemetaan ini menjadi dasar bagi Dinas PUPR HSU untuk menyusun prioritas normalisasi saluran. Langkah pertama adalah evakuasi material penghambat secara manual dan mekanis di titik-titik kritis.
Pihak dinas juga berencana memasang jaring atau saringan sampah di beberapa titik strategis untuk mencegah benda besar kembali masuk ke saluran. Selain itu, sosialisasi kepada warga dan pedagang di sekitar Pasar Amuntai akan digencarkan agar tidak membuang sampah dan barang bekas ke drainase.
Mengapa Genangan di Amuntai Sulit Diurai?
Selain faktor sampah, Dinas PUPR HSU mencatat beberapa saluran tua memiliki dimensi yang tidak lagi memadai untuk menampung debit air hujan. Pertumbuhan bangunan dan tutupan lahan di pusat kota juga mempercepat aliran permukaan menuju drainase.
Pemetaan ini diharapkan rampung dalam waktu dekat. Hasilnya akan menjadi acuan untuk perencanaan anggaran perbaikan dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di tahun anggaran mendatang.