BANJARMASIN — Frisca Wednesty Octavie bukan nama yang mudah dilupakan. Di panggung hiburan, suaranya dikenal sebagai vokalis yang memukau. Namun, kini ia lebih sering terlihat di atas panggung yang berbeda: arena pertandingan anggar.
Awal Mula: Dari Ajakan Guru hingga Pegang Pedang Pertama Kali
Semua berawal dari ajakan seorang guru. Tanpa ragu, Frisca mencoba. Ia masuk ke dunia anggar yang sama sekali asing baginya. Dari sana, ketertarikan itu tumbuh menjadi tekad yang serius.
Prosesnya tidak instan. Frisca harus membagi waktu antara latihan fisik dan menjaga pita suara. Tapi ia menganggap keduanya sebagai bentuk disiplin yang saling melengkapi.
Dari Panggung ke Podium: Sebuah Transformasi
Perubahan ini tak hanya soal olahraga. Frisca menjelma menjadi atlet yang disiplin dan fokus. Ia membuktikan bahwa seorang seniman juga bisa menjadi petarung tangguh di atas landasan.
Prestasi demi prestasi mulai ia raih. Nama Frisca kini tercatat sebagai salah satu atlet anggar yang patut diperhitungkan di Kalimantan Selatan. Ia menjadi inspirasi bagi anak muda yang ingin menekuni dua dunia berbeda sekaligus.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Frisca?
Frisca tidak berencana berhenti. Ia terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan teknik dan staminanya. Target berikutnya adalah mengharumkan nama Kalimantan Selatan di ajang yang lebih tinggi.
Kisah Frisca mengajarkan bahwa batasan hanya ada di pikiran. Dari seorang vokalis yang memukau, ia kini menjadi atlet anggar yang disegani. Perjalanan ini baru saja dimulai.