BANJAR — Rombongan Forkopimda Kalsel tiba di lokasi setelah lebih dulu mengikuti penyaluran sekitar 3.500 paket sembako bantuan Presiden di Posko Guntung Damar, Banjarbaru. Bantuan menyasar warga terdampak karhutla, relawan, komunitas ojek online, hingga petugas yang berjaga di posko.
Embung Mini difungsikan sebagai titik pengisian air helikopter agar operasi water bombing bisa berjalan lebih cepat. Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel menyiapkan sumber air itu sebagai dukungan tambahan, terutama di kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Uji coba pertama berlangsung Selasa (20/10/2026) dengan menjatuhkan campuran air dan 800 liter Surfaktan Pyrox ke titik api di sekitar Guntung Damar. Hasil evaluasi menilai perlu optimalisasi, sehingga embung diperdalam sampai empat meter.
Pada uji coba kedua, Selasa (27/10/2026), volume surfaktan dinaikkan menjadi 1.000 liter. Kini tahap ketiga memakai 1.500 liter.
"Ini sudah ketiga kalinya kita melakukan uji coba. Pertama 800 liter, kedua 1.000 liter, dan sekarang 1.500 liter. Kita ingin mengetahui apakah penambahan ini membuat pemadaman lebih efektif," tutur Gubernur Muhidin.
Pengamatan sebelumnya mencatat suhu di titik kebakaran semula sekitar 300 derajat, lalu turun sekitar 100 derajat setelah penyiraman lewat udara. Pengukuran dilakukan memakai perangkat thermal pada titik sasaran.
Uji coba ketiga diarahkan untuk melihat apakah penurunan suhu bisa lebih besar dibanding hasil sebelumnya.
"Kita lihat hasilnya melalui pengukuran thermal. Kalau penurunan suhunya lebih besar, berarti metode ini semakin menjanjikan untuk diterapkan pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau," kata Gubernur Muhidin.
Penanganan karhutla di Kalsel tetap dilakukan lewat berbagai jalur. Tim di darat memakai tangki air, sementara helikopter dikerahkan menjangkau lokasi yang tidak bisa diakses petugas.
"Kita sudah melakukan pemadaman melalui jalur darat. Untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau, kita siapkan embung agar helikopter bisa mengambil air dan melakukan water bombing. Mudah-mudahan metode campuran surfaktan ini efektif," lanjut Gubernur Muhidin.
Di akhir peninjauan, Gubernur mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan, karena dampaknya bisa meluas dan menyulitkan upaya pemadaman. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar kebakaran tidak terus berulang," pungkasnya.