Grok Rilis Episode Pertama Film Odyssey, Klaim Lebih Akurat dari Versi Nolan

Penulis: Eko Saputro  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 16:53:01 WIB
Episode pertama film "The Odyssey" versi Grok Imagine berdurasi 7 menit resmi dirilis dan dapat disaksikan publik.

KALIMANTAN SELATAN — Grok Imagine merilis episode pertama film "The Odyssey" berdurasi 7 menit yang sepenuhnya dihasilkan kecerdasan buatan, hasil kolaborasi dengan Wonder Studios dan sutradara Dev Walker. Rilis ini menyusul janji Elon Musk pada Juli lalu bahwa versi panjang film tersebut akan rampung sebelum akhir 2026. Klaim Musk soal akurasi historis langsung memicu reaksi keras dari sutradara Hollywood Scott Derrickson.

Proyek film berbasis AI milik Elon Musk memasuki tahap produksi nyata. Episode perdana "The Odyssey" yang digarap lewat Grok Imagine kini bisa disaksikan publik, dengan durasi 7 menit penuh yang dihasilkan kecerdasan buatan.

Penggarapan episode ini melibatkan Wonder Studios dan sutradara Dev Walker. Keduanya dikenal memiliki spesialisasi dalam produksi film berbasis AI, sehingga Grok Imagine tidak bekerja sendirian dalam merampungkan episode pertama tersebut.

Klaim Akurat Secara Historis Sejak Awal

Ambisi Musk terhadap proyek ini sudah disuarakan sejak Juli. Ketika itu ia mengumumkan rencana membuat versi film panjang dari puisi epik Yunani kuno karya Homer, dengan target rampung pada akhir tahun 2026.

Musk bahkan menegaskan proyeknya akan berbeda dari adaptasi Hollywood yang lebih dulu digarap Christopher Nolan. "Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang 'The Odyssey' yang akurat secara historis dan setia pada karya seni Homer," tulisnya di X, disertai klip pendek berdurasi 3 menit tentang "The Odyssey" buatan AI.

Klip yang sama sebelumnya telah diunggah seorang pengguna X. Tidak ada pernyataan lebih lanjut yang menyertai peluncuran episode pertama ini.

Sutradara Doctor Strange Angkat Bicara

Kritik datang dari Scott Derrickson, sutradara film "Doctor Strange" dan "The Black Phone". Ia menegur Musk langsung melalui media sosial dan menyebut proyek tersebut sebagai sesuatu yang konyol.

"Jelas sekali @elonmusk tidak tahu apa-apa soal sinema, dan dia sudah berhenti membaca sejak usia 20-an," tulis Derrickson di platform X.

"Pendapatnya tentang seni tidak ada harganya," sambungnya tajam.

Perseteruan dengan Christopher Nolan

Ketegangan soal adaptasi "The Odyssey" sebenarnya sudah panas jauh sebelum episode pertama Grok tayang. Musk berulang kali melontarkan kritik terhadap film Nolan sebelum perilisannya, terutama terkait pemilihan Elliot Page sebagai Sinon dan Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troy.

Musk mengeklaim Nolan memilih kedua aktor tersebut demi memenuhi standar representasi dan inklusi yang ditetapkan Academy, agar filmnya memenuhi syarat untuk ajang Oscar. Pada Maret, ia bahkan menulis "Chris Nolan adalah seorang rasis yang anti-kulit putih", seraya menambahkan bahwa Nolan memilih Nyong'o semata-mata karena menginginkan penghargaan tersebut.

Apa yang Bisa Disaksikan Sekarang

Episode pertama berdurasi 7 menit itu sudah tersedia untuk dilihat publik. Bagi yang penasaran dengan hasil klaim "akurat secara historis" versi Grok Imagine, episode tersebut bisa langsung disaksikan untuk menilai sendiri kualitasnya.

Yang jelas, persaingan narasi soal siapa yang paling setia pada karya Homer kini tidak lagi hanya soal film Nolan di bioskop, tetapi juga soal seberapa jauh AI mampu meniru bahasa sinema. Musk menjanjikan versi panjangnya rampung sebelum 2026 berakhir, dan episode perdana ini menjadi tolok ukur pertama apakah janji tersebut masuk akal.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top