KALIMANTAN SELATAN — Garmin resmi merilis Enduro 4, smartwatch outdoor dengan klaim daya tahan baterai hingga 90 hari berkat kombinasi layar Memory-in-Pixel dan pengisian tenaga surya. Jam ini dibanderol USD 899 (sekitar Rp15 juta) di pasar global dan dipastikan masuk Indonesia mulai 12 November 2026. Kehadirannya memperkuat segmen smartwatch tahan lama yang selama ini jadi ceruk khusus Garmin.
Enduro 4 menyasar pengguna dengan aktivitas outdoor dan olahraga berdurasi panjang, mulai dari pelari ultramaraton hingga pendaki gunung. Garmin menempatkan daya tahan baterai sebagai nilai jual utama, bukan sekadar fitur tambahan.
Spesifikasi Layar dan Daya Tahan Baterai
Layar Enduro 4 memakai panel MiP berukuran 1,4 inci dengan resolusi 280 × 280 piksel. Panel ini dilindungi kaca Power Sapphire yang dilengkapi sel surya untuk mengisi daya selama terpapar sinar matahari.
Dalam penggunaan normal, baterainya diklaim bertahan hingga 36 hari tanpa bantuan tenaga surya. Angka itu naik menjadi 90 hari jika paparan cahaya memadai. Untuk aktivitas olahraga, Garmin mengklaim daya tahannya mencapai 144 jam.
Klaim paling ekstrem muncul pada mode hemat daya atau expedition mode. Garmin menyebut baterai Enduro 4 bisa bertahan tanpa batas waktu selama perangkat mendapat cukup sinar matahari.
Desain dan Ketahanan Bodi
Bodi Enduro 4 berdiameter 51 mm dengan ketebalan 15,7 mm. Casing berbahan polimer diperkuat bezel titanium, dengan ketahanan air 5 ATM.
Ukurannya memang besar. Garmin merancang dimensi tersebut untuk menunjang pemakaian di berbagai aktivitas luar ruang, bukan untuk tampilan sehari-hari di perkantoran.
Fitur Kesehatan dan Navigasi
Perangkat ini mendukung lebih dari 100 profil olahraga. Sederet sensor kesehatan tersemat di dalamnya, termasuk detak jantung, SpO2, suhu kulit, dan ECG untuk merekam aktivitas listrik jantung.
Untuk navigasi, Enduro 4 dilengkapi GPS dan penyimpanan internal 64GB. Kapasitas itu cukup untuk menampung aplikasi, musik, serta peta offline. Garmin juga menyematkan NFC untuk pembayaran lewat Garmin Pay.
Harga dan Ketersediaan di Indonesia
Di pasar global, Enduro 4 dijual dengan harga USD 899 atau sekitar Rp15 jutaan. Garmin memastikan smartwatch ini tersedia di Indonesia mulai 12 November 2026.
Harga resmi untuk Tanah Air belum diumumkan. Selisih kurs dan pajak biasanya membuat banderol lokal berbeda dari harga global, seperti pola yang terjadi pada peluncuran produk Garmin sebelumnya.
Posisi di Pasar Smartwatch Tahan Lama
Segmen smartwatch dengan daya tahan ekstrem masih dikuasai sedikit pemain. Garmin sudah lebih dulu membangun reputasi lewat lini Fenix dan Instinct, sementara pesaing seperti Suunto dan Coros juga menawarkan perangkat serupa.
Klaim baterai tanpa batas di mode tertentu menjadi pembeda yang sulit ditiru kompetitor. Namun klaim itu sangat bergantung pada intensitas paparan sinar matahari, sehingga pengalaman tiap pengguna bisa berbeda.
Bagi pelaku bisnis digital, kehadiran perangkat seperti ini menegaskan bahwa wearable premium masih punya pasar di Indonesia. Segmen pengguna olahraga ketahanan dan aktivitas alam cenderung loyal pada ekosistem perangkat yang mumpuni.