BANJARBARU — Capaian wakil Hulu Sungai Utara pada ajang Nanang Galuh Kalsel 2026 melengkapi keberhasilan daerah itu mencetak duta budaya berprestasi dalam dua tahun berturut-turut. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud HSU, Rahmawati, menyebut hasil grand final di Hotel Grand Maya, Banjarbaru, sebagai bukti konsistensi pembinaan generasi muda di bidang kebudayaan.
Sebelum tampil di grand final, 40 finalis dari 13 kabupaten/kota melewati serangkaian penilaian. Aspek yang diuji mencakup kemampuan komunikasi, wawasan kebudayaan, kepribadian, serta pemahaman terhadap potensi dan kearifan lokal daerah masing-masing.
Nanang Abdi dan Galuh Naysila mewakili HSU di antara finalis dari seluruh Kalsel. Keduanya lolos ke babak puncak setelah melalui tahapan seleksi yang sama dengan peserta lain.
Rahmawati menyambut gembira capaian wakil-wakil HSU kali ini. Menurutnya, prestasi tersebut melanjutkan keberhasilan tahun sebelumnya.
"Kami sangat bangga. Semoga menjadi motivasi generasi muda lainnya, dan keduanya dapat berkarya menjaga serta melestarikan budaya Banua," katanya.
Pernyataan itu disampaikan Rahmawati usai grand final yang digelar Sabtu malam. Ia menekankan pentingnya peran duta budaya dalam memperkenalkan kekayaan daerah ke publik lebih luas.
Keberhasilan Nanang Abdi dan Galuh Naysila diharapkan memperkuat peran Nanang Galuh HSU dalam mempromosikan budaya dan pariwisata daerah. Ajang ini juga dinilai mendorong pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berwawasan budaya.
Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026 diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota. HSU sendiri mengirimkan wakilnya melalui proses seleksi di tingkat daerah sebelum berangkat ke Banjarbaru.
Capaian tahun ini disebut Rahmawati mengikuti keberhasilan HSU pada edisi sebelumnya. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan pembinaan duta budaya di HSU berjalan berkelanjutan, bukan sekadar keberuntungan satu musim.
Dengan gelar Juara I Nanang dan Wakil II Galuh, HSU pulang membawa dua posisi dari ajang yang mempertemukan finalis 13 kabupaten/kota se-Kalsel.